REMBANG, Lingkarjateng.id – Mahasiswa di Kabupaten Rembang memilih membatalkan wacana aksi demonstrasi di tengah gelombang unjuk rasa yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.
Lima mahasiswa yang tergabung dalam Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Rembang memilih jalur audiensi sebagai sarana penyampaian aspirasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Rembang pada Senin, 1 September 2025.
Audiensi berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Rembang itu dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, antara lain Ketua DPRD Rembang Abdul Rouf beserta anggota dewan, Bupati Rembang Harno, Wakil Bupati M. Hanies Cholil Barro, Kapolres Rembang, Dandim 0720/Rembang, serta Sekretaris Daerah.
Ketua PC PMII Rembang Zubairul Kamal I’taza Langkah menjelaskan audiensi ini sebagai upaya mencegah potensi kericuhan dan memastikan penyampaian aspirasi berlangsung tertib.
“Kita ingin penyampaian aspirasi berjalan mulus dan lancar. Maka kami putuskan untuk mengirim perwakilan dari masing-masing komisariat,” ujarnya.
Zubairul menegaskan bahwa lima mahasiswa yang hadir mewakili seluruh kader PMII di Rembang. Ia juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas daerah di tengah kondisi nasional yang dinilai tidak kondusif.
“Ada kemungkinan kita akan aksi, tapi banyak tokoh dan kiai yang menyarankan untuk menjaga kondusivitas di Rembang,” jelasnya.
Dalam audiensi tersebut, PMII Rembang menyampaikan dua kelompok tuntutan, yaitu isu nasional dan isu daerah.
Wakil Ketua PC PMII Rembang Irza Ahmad Rizki merinci tuntutan pada skala nasional berfokus pada penanganan tragedi yang terjadi di Jakarta dan sejumlah kota lain.
“Secara nasional, kami mengecam tragedi yang terjadi di Jakarta dan kota-kota lain. Pemerintah pusat, presiden, DPR RI, dan Kapolri harus bertanggung jawab. Keluarga korban harus mendapat kejelasan soal penanganan kasus,” jelasnya.
Sementara di tingkat daerah, pihaknya menyampaikan tiga aspirasi yaitu evaluasi transparansi kinerja DPRD Rembang, optimalisasi pengelolaan APBD melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan penindakan tegas terhadap aktivitas tambang ilegal yang dinilai meresahkan warga.
Bupati Rembang Harno menyambut baik sikap dialogis mahasiswa dan berharap pola komunikasi seperti ini bisa terus dijaga.
“Alhamdulillah audiensi ini ketemu adik-adik dari PMII, untuk menyampaikan beberapa aspirasi kepada Pak Kapolres, Bapak anggota dewan, dan Bapak Bupati. Semuanya berjalan baik, lancar, aman, dan nyaman, serta saling memahami,” ujarnya.
Ketua DPRD Rembang Abdul Rouf menyampaikan apresiasinya atas pilihan mahasiswa untuk berdialog secara damai di tengah situasi nasional yang memanas.
“Alhamdulillah pada hari ini seperti yang Anda saksikan, tidak jadi demo. Memang DPRD Rembang tidak alergi dikritik, tidak alergi didemo. Tapi karena situasi saat ini banyak daerah yang memanas, sehingga alhamdulillah adik-adik mahasiswa hanya melakukan audiensi,” ujar Rouf.
“Terima kasih sekali. Yang dikhawatirkan itu penyusup dari luar Rembang, alhamdulillah semoga tidak terjadi,” pungkasnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Rosyid






























