DEMAK, Lingkarjateng.id – Banjir masih merendam sejumlah desa di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Berdasarkan data dari BPBD Demak per Jumat, 20 Februari 2026, genangan air masih terjadi di lima desa di Kecamatan Sayung.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Demak, Agus Sukiyono, menjelaskan bahwa hingga saat ini banjir masih menggenangi Desa Sayung, Kalisari, Loireng, Prampelan, dan Karangasem di Kecamatan Sayung.
“Total warga terdampak sekitar 6.084 kepala keluarga atau 20.210 jiwa, dengan jumlah rumah terdampak sebanyak 5.170 unit. Tidak ada warga yang mengungsi,” jelasnya.
Untuk kondisi terkini, Agus mengatakan ketinggian air di Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, berkisar antara 20 hingga 55 sentimeter, dengan genangan di area permukiman sekitar 10 hingga 40 sentimeter.
Sementara di Desa Sayung, ketinggian air mencapai 20 hingga 60 sentimeter, sementara di permukiman berkisar 5 hingga 40 sentimeter.
“Kemudian untuk di Desa Loireng, Karangasem, dan Prampelan, genangan air dilaporkan mulai berangsur surut,” katanya.
Meski begitu, Agus menyebut upaya pompanisasi hingga saat ini masih terus dilakukan di Desa Sayung dan Desa Kalisari.
“BPBD Demak mengoperasikan satu unit mobile pump di Desa Kalisari, didukung pompa desa di Sungai Penceng, Desa Kalisari. Selain itu, dua unit mobile pump dari BBWS Provinsi Jawa Tengah disiagakan di Desa Sayung,” terangnya.
Selain itu, dukungan tambahan datang dari Pusdataru Provinsi Jawa Tengah yang mengerahkan dua unit mobile pump di Desa Sayung, satu unit mobile pump di Sayung Kidul, serta mengoperasikan rumah pompa di Desa Sayung.
Sementara itu, genangan air di tiga desa di Kecamatan Guntur dan Kebonagung yang sebelumnya terdampak akibat jebolnya tanggul sungai dilaporkan telah berangsur surut.
“Banjir berangsur surut dan saat ini proses penutupan tanggul yang jebol masih terus dilakukan,” katanya.
Agus menyampaikan berbagai upaya penanganan terus dilakukan. Sejumlah alat berat diterjunkan untuk mempercepat penutupan tanggul yang jebol.
“Ada empat unit excavator dan satu unit buldozer dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana beroperasi di titik jebolan Sungai Tuntang, Kebonagung,” bebernya.
“Selain itu, dua unit excavator juga dikerahkan di titik jebolan Sungai Cabean untuk proses penutupan tanggul,” pungkasnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























