PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mencatat 29 desa/kelurahan di enam kecamatan masih terdampak banjir hingg Selasa, 27 Januari 2026 pukul 20.00 WIB.
Kepala Pelaksana BPBD Pekalongan, Agus Pranoto, mengatakan banjir yang melanda sejak Jumat, 16 Januari 2026 dipicu curah hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi secara merata di wilayah Pekalongan.
“Curah hujan tinggi menyebabkan luapan air di sejumlah wilayah, terutama daerah hilir dan permukiman padat penduduk,” ujar Agus, Rabu, 28 Januari 2026.
Berdasarkan data Pusdalops PB BPBD Kabupaten Pekalongan, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Siwalan, Sragi, Tirto, Buaran, Wonokerto, dan Wiradesa. Ketinggian air bervariasi, mulai dari lima sentimeter hingga 120 sentimeter.
Total rumah terdampak 11.582 unit, dengan jumlah kepala keluarga terdampak mencapai 18.903 KK atau 59.729 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.704 warga terpaksa mengungsi di 19 lokasi pengungsian, terutama di Kecamatan Tirto dan wilayah pesisir utara.
“Kondisi pengungsian masih dinamis. Ada posko yang sudah ditinggalkan, namun ada juga lokasi baru yang bertambah seiring perubahan kondisi lapangan,” jelasnya.
BPBD bersama unsur TNI/Polri, relawan, serta organisasi kemanusiaan terus melakukan upaya penanganan, evakuasi warga, pendataan pengungsi, pelayanan kesehatan, hingga distribusi logistik dan air bersih. Dapur umum juga telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi dan relawan.
Agus menambahkan, kebutuhan mendesak di lokasi terdampak antara lain bahan makanan, air minum, alas tidur, obat-obatan, popok bayi dan dewasa, selimut, serta perlengkapan mandi.
“Pendataan detail masih terus dilakukan, dan penyaluran bantuan logistik tetap berjalan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa

































