SEMARANG, Lingkarjateng.id – Imbas kerusakan luas akibat banjir bandang yang dipicu longsor di lereng Gunung Slamet, Pemerintah Kabupaten Purbalingga menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari. Penetapan status tersebut dilakukan menyusul dampak signifikan terhadap permukiman warga, infrastruktur, hingga sektor pertanian.
Kepala Bidang Pengendalian Operasi BPBD Jawa Tengah, Armin Nugroho, mengatakan bencana banjir bandang terjadi sebanyak tiga kali sejak Jumat malam, 23 Januari 2026. Selain merusak rumah dan fasilitas umum, bencana ini juga mengancam ketahanan pangan daerah.
“Dampaknya cukup besar, baik dari sisi infrastruktur maupun perumahan. Ada sekitar 110 hektare lahan pertanian yang kemungkinan gagal panen, dan mayoritas adalah tanaman padi,” ujar Armin saat dihubungi, Selasa, 27 Januari 2026.
Petaka Banjir Bandang Terjang 4 Daerah di Wilayah Lereng Gunung Slamet
Berdasarkan data sementara, tercatat 36 rumah mengalami rusak berat, 29 rumah rusak ringan, serta 10 titik jembatan rusak di wilayah Kecamatan Karangreja dan Mrebet. Selain kerugian materiil, bencana ini juga menelan satu korban jiwa, yakni Solehah, warga Desa Serang.
Akibat bencana tersebut, sebanyak 600 jiwa dari 210 rumah terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Hingga kini, sejumlah wilayah masih belum dapat diakses, termasuk Dusun Gunung Malang yang terisolasi akibat akses jalan terputus. Kondisi di lokasi juga diperparah dengan padamnya aliran listrik serta krisis air bersih.
Banjir Bandang Lereng Gunung Slamet Terjang Sejumlah Desa, Bawa Material Kayu dan Batu
Armin menambahkan, kebutuhan mendesak bagi para pengungsi masih sangat banyak, mulai dari bahan makanan dan lauk pauk, air mineral, selimut, hingga perlengkapan bayi serta kebutuhan khusus perempuan seperti pembalut.
“Saat ini pemerintah telah melakukan berbagai upaya penanganan, di antaranya distribusi logistik darurat dan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mengurangi potensi hujan susulan,” pungkasnya.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berupaya mempercepat penanganan darurat dan pemulihan akses agar aktivitas warga dapat kembali berjalan secara bertahap.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Sekar S

































