SEMARANG, Lingkarjateng.id – Salah satu bangunan tua di area Kota Lama Semarang yang berada di ruas Jalan Kepodang runtuh. Sebagian penyangga dan tembok bangunan tua itu roboh pada Senin sore, 22 Januari 2024 sekitar pukul 16.30 WIB. Selain dimakan usia, hujan deras di sore itu juga menjadi faktor utama. Sementara di lokasi bekas reruntuhan bangunan telah dibersihkan. Police line juga telah terpasang di area depan.
Menanggapi peristiwa tersebut, Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengaku kesulitan mencari pemilik bangunan tersebut karena sudah beberapa kali Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menerima surat pemberitahuan. Namun ada beberapa bangunan yang tidak berpenghuni dan tidak diketahui siapa pemilik bangunan tersebut.
“Seperti bangunan roboh yang terjadi kemarin sore, belum diketahui pemiliknya siapa sehingga sekarang PR (Pekerjaan Rumah) kita bagaimana harus melakukan pencegahan-pencegahan agar tidak terjadi bangunan roboh seperti ini dan sebagainya,” ucap Mbak Ita sapaan akrabnya saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa, 23 Januari 2024.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang Wing Winarso menyatakan beberapa jam setelah kejadian, pihaknya langsung membereskan material-material bangunan supaya tidak mengganggu pemandangan dan masyarakat yang melintas.
“Karena memang kemarin saat kejadian itu hujan seharian dan intensitasnya luar biasa. Bangunan tua kalau sudah tidak dirawat ya seperti itu tapi kembali lagi tadi malam pascakejadian kita langsung handle dengan dibantu Disbudpar, DLH, DPO, dan BP2KL dengan langsung kita amankan material serta barang-barang otentik yang memang perlu kita jaga dan lestarikan,” tuturnya.
Sementara itu, Wowok (69) salah seorang warga yang menjadi saksi mata dalam kejadian itu mengaku melihat detik-detik bangunan tua di kawasan Kota Lama itu roboh.
“Kalau ditotal memang sudah tiga kali bangunan tersebut mengalami kerobohan tapi yang paling parah yang pertama sama sekarang. Kalau untuk kejadian detailnya robohnya bangunan yang terjadi sore kemarin pas ada hujan deras disertai petir. Lima menit sebelum kejadian ada petir keras sekali dan setelah itu langsung roboh di bagian depan bangunan,” jelasnya. (Lingkar Network | Rizky Syahrul – Lingkarjateng.id)






























