SEMARANG, Lingkarjateng.id – Konektivitas udara Jawa Tengah semakin terbuka lebar dengan dibukanya rute baru Semarang–Surabaya oleh maskapai Wings Air melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Rute yang mulai beroperasi pada Jumat, 19 September 2025 ini memperkuat posisi Semarang sebagai simpul strategis penerbangan domestik dan internasional di Pulau Jawa.
Langkah ini juga menjadi kelanjutan dari pengaktifan kembali penerbangan internasional yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, awal September lalu.
Rute penerbangan Semarang-Surabaya itu menambah rute domestik yang saat ini sudah ada. Sebelumnya juga ada penerbangan langsung dari Semarang menuju Jakarta, Makassar, Balikpapan, Pontianak, Banjarmasin, dan kota-kota lainnya. Dalam waktu dekat juga akan dibuka rute Semarang -Singapura.
Corporate Communications Strategic of Wings Air, Danang Mandala Prihantoro mengatakan, pesawat ini menawarkan pengalaman terbang yang nyaman serta praktis untuk perjalanan jarak dekat dan menengah.
“Perjalanan lebih cepat dan praktis. Konsep point-to-point memudahkan pelanggan tiba di Surabaya tanpa transit di bandara lain. Waktu perjalanan lebih efisien, pengalaman terbang lebih nyaman,” kata Danang.
Danang mengatakan, penerbangan ini bakal mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di Semarang maupun kota-kota lainnya di Jawa Tengah dan provinsi lain. Semarang sebagai pusat budaya dan perdagangan Jawa Tengah kini terhubung langsung dengan Surabaya, Lombok, Labuan Bajo, dan penghubung bisnis dan konektivitas ke Indonesia Timur.
Rute ini diharapkan mendorong pertumbuhan pariwisata, perdagangan, pendidikan, hingga perjalanan lainnya.
“Wings Air menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah pusat, pemerintah daerah. Berkat dukungan Wings Air dapat terus menghadirkan layanan penerbangan yang semakin mudah, aman, nyaman, dan terjangkau bagi seluruh pelanggan,” ujarnya.
Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Bandara Internasional A Yani harus terus dikembangkan karena menjadi pintu gerbang investasi serta pendongkrak perekonomian Jawa Tengah. Hal itu dibuktikan dengan dibukanya kembali penerbangan internasional setelah beberapa tahun tutup.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Arief Djatmiko mengatakan, sudah banyak upaya dilakukan Pemprov Jateng untuk memperkuat konektivitas transportasi. Teranyar adalah mengembalikan status Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang. Saat ini juga sedang berproses terkait status internasional untuk Bandara Adi Soemarmo.
“Pelabuhan juga kita dorong untuk bisa berkembang, kemudian perkeretaapian juga didorong,” katanya.































