BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Batang memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 dengan menggelar ziarah ke makam bupati pertama Batang, Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo, di Makam Mandurorejo, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Senin, 6 April 2026. Kegiatan ini menjadi agenda pembuka sebelum pelaksanaan berbagai program peringatan hari jadi daerah.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menegaskan ziarah merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pendahulu sekaligus pengingat pentingnya sejarah dalam pembangunan daerah.
“Ini menjadi momentum penting, bahwa dalam memulai suatu kegiatan, pijakan utamanya adalah akar sejarah dan meminta restu kepada para leluhur yang telah berjasa membangun peradaban di Batang,” jelasnya.
Menurut Faiz, sosok Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo memiliki nilai keteladanan yang relevan hingga saat ini, terutama dalam hal semangat juang di tengah keterbatasan.
“Teladan yang bisa diambil adalah kegigihan, kesabaran, dan etos perjuangan yang luar biasa. Dengan segala keterbatasan saat itu, beliau mampu membangun fondasi Batang hingga seperti sekarang,” terangnya.
Ia juga berharap momentum HUT ke-60 ini dapat mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Harapannya ini menjadi lompatan bagi Batang untuk memiliki quality of life yang semakin baik,” harapnya.
Selain itu, Faiz mengajak masyarakat untuk terus melestarikan tradisi ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah berjasa.
Menurutnya, nilai-nilai sejarah harus tetap dijaga agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.
Di sisi lain, penjaga makam, Gufron, menyebutkan bahwa lokasi makam tersebut tidak selalu ramai oleh peziarah umum. Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar pengunjung datang dengan tujuan tertentu.
“Biasanya yang datang ke sini peziarah khusus yang punya hajat. Kalau masyarakat umum lebih sering ke makam Ki Ageng Asy’ari,” katanya.
Gufron juga menjelaskan, berdasarkan cerita turun-temurun, Kanjeng Pangeran Adipati Kyai Raden Mandurorejo dikenal sebagai tokoh penting dari Mataram sekaligus bupati pertama di wilayah Pekalongan dan Batang.
Ia menambahkan, kunjungan dari unsur pemerintah biasanya dilakukan pada momen tertentu, terutama saat peringatan hari jadi daerah.
“Kalau dari pemerintah, biasanya hanya saat hari jadi Batang di bulan April dan Pekalongan di bulan Agustus,” ujarnya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Rosyid





























