KUDUS, Lingkarjateng.id – Pelaksanaan PON Bela Diri Kudus 2025 telah berlangsung sekitar dua pekan dan akan ditutup pada Minggu, 26 Oktober 2025. Rencananya, ajang kompetisi olahraga multi cabang tersebut akan digelar kembali di Kudus pada 2027 mendatang.
Ketua Panitia Pelaksana PON Bela Diri Kudus 2025, Ryan Gozali, menyampaikan bahwa acara yang berlangsung di Djarum Arena Kaliputu tersebut berjalan lancar dan sukses. Terutama karena melihat antusiasme peserta maupun masyarakat yang tinggi untuk meramaikan event yang baru diselenggarakan secara perdana tersebut.
“Animo warga Kudus sangat besar, area Djarum Arena sering penuh. Lalu wisata kuliner yang kami sajikan di sini juga setiap hari habis. Jadi ada dampak pergerakan ekonomi yang bagus, apalagi kami juga menyediakan fasilitas city tour gratis bagi para peserta untuk melihat wisata-wisata di Kudus,” kata Ryan dalam konferensi pers di Djarum Arena, Kaliputu, Kudus, Sabtu, 25 Oktober 2025.
Oleh karena itu, Djarum Foundation bersama KONI Pusat berencana kembali menggelar PON Bela Diri lagi di Kudus pada tahun 2027 mendatang.
“Selama acara berlangsung kami juga dapat masukan dari berbagai pihak untuk bisa improve dan memperbaiki lebih baik lagi. Feedback-nya cukup positif dari pemangku kepentingan masing-masing cabor yang berpartisipasi, peserta maupun warga Kudus,” ungkapnya.
Pihaknya pun berencana membahas lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait pelaksanaan PON Bela Diri 2027 mendatang, termasuk memperkirakan waktu pelaksanaannya agar terkoordinir dengan jadwal kompetisi olah raga lainnya.
“Setelah kami merampungkan PON Bela Diri tahun ini, kami akan mendiskusikan seperti apa kelanjutannya nanti. Termasuk persiapannya akan kami lakukan jauh-jauh hari dan koordinasikan dengan semua pihak,” tuturnya.
Lebih lanjut, Ryan berharap dengan semakin banyak acara kompetisi olahraga nantinya bisa membantu mengasah kemampuan atlet-atlet di Indonesia.
“Jumlah kompetisi masih sangat sedikit di Indonesia, jadi semakin banyak akan semakin bagus. Atlet-atlet kita harus terus diasah ke level tertinggi dengan harapan mereka bisa mencapai level regional bahkan dunia,” tandasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid






























