Blora (lingkarjateng.id) – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Kabupaten Blora memperkuat sistem deteksi dini penyakit menular sebagai langkah antisipasi potensi masuknya Virus Nipah ke wilayah Kabupaten Blora. Meski hingga kini belum ditemukan kasus.
Dimintai konfirmasi, Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, menegaskan bahwa kewaspadaan tetap ditingkatkan melalui pengawasan ketat di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya terhadap kasus Influenza Like Illness (ILI) dan meningitis.
“Belum ada temuan Virus Nipah di Blora. Namun kami memperkuat pengamatan terhadap kasus ILI dan meningitis sebagai bagian dari sistem kewaspadaan dini,” kata Edi saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (13/02/2026).
Menurut Edi, pendekatan tersebut penting karena gejala awal Virus Nipah kerap menyerupai penyakit pernapasan ringan seperti batuk, pilek, dan demam, sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti radang otak akut (ensefalitis).
Dia menjelaskan, Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis atau penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia dan memiliki tingkat fatalitas yang relatif tinggi. “Untuk itu, deteksi cepat dan respons awal, menjadi kunci untuk mencegah risiko penularan lebih luas,” tegasnya.
Selain penguatan pemantauan di layanan kesehatan, Dinkesda juga menggencarkan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya mengenali gejala sejak dini dan tidak menunda pemeriksaan medis.
“Kami mengimbau masyarakat untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk, pilek disertai demam. Gunakan masker saat sakit dan jaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat,” katanya.
Edi menambahkan, langkah ini menjadi bagian dari upaya preventif pemerintah daerah. Yakni memastikan kesiapan sistem kesehatan, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap penyakit menular. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























