SALATIGA, Lingkarjateng.id – Kinerja penanggulangan kemiskinan Kota Salatiga sepanjang 2025 mencatat hasil positif dan melampaui target. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,2 persen.
Kepala Bappeda Kota Salatiga Siswo Hartanto mengungkapkan angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 4,2 persen. Namun tantangan ke depan dinilai semakin kompleks.
“Untuk itu, kami menyiapkan strategi penanggulangan yang lebih terukur,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima wartawan, Senin, 23 Februari 2026.
Ia menjelaskan penanggulangan kemiskinan 2026 akan difokuskan pada empat sasaran strategis, yaitu peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan potensi ekonomi lokal, pemenuhan infrastruktur dan kebutuhan dasar, serta penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Penanggulangan kemiskinan di Salatiga juga dilakukan melalui sembilan dimensi intervensi yang mencakup sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ketenagakerjaan, konsumsi, ekonomi, sosial, dan kewilayahan.
Pendekatan multidimensi ini dirancang agar program tidak berjalan parsial, melainkan saling terintegrasi. Sedangkan monitoring dan evaluasi akan dilakukan setiap semester untuk memastikan efektivitas program.
“Monitoring berkala ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas solusi dan menyesuaikan kebijakan dengan dinamika sosial ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Siswo menyatakan, dengan capaian 4,2 persen sebagai pijakan dan penguatan monitoring berbasis data, Pemkot Salatiga optimistis strategi 2026 akan lebih terukur, adaptif, serta mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Salatiga Nina Agustin mengatakan keberhasilan menurunkan angka kemiskinan tidak boleh membuat jajaran pemerintah berpuas diri. Sebaliknya, capaian tersebut harus menjadi pijakan untuk memperkuat strategi yang lebih presisi dan berkelanjutan.
“Data harus selalu kita perbarui agar intervensi benar-benar tepat sasaran. Program yang kita jalankan tidak hanya mengurangi angka kemiskinan, tetapi juga mendorong kemandirian masyarakat,” ujarnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























