PATI, Lingkarjateng.id – Angin puting beliung menerjang Desa Kebowan, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Rabu siang, 18 Februari 2026, sekitar pukul 12.30 WIB. Bencana yang terjadi secara tiba-tiba itu merusak sedikitnya 21 rumah warga dan menyebabkan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp30 juta.
Berdasarkan informasi di lapangan, cuaca di wilayah tersebut awalnya hanya diguyur hujan gerimis disertai angin kencang sejak sekitar pukul 12.00 WIB. Namun dalam waktu singkat, angin berubah menjadi pusaran puting beliung yang menyapu permukiman dan merusak atap serta genting rumah warga di beberapa RT.
Perangkat desa setempat kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Winong sekitar pukul 13.15 WIB guna mendapatkan penanganan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel piket Polsek Winong bersama SPKT, Bhabinkamtibmas, dan piket fungsi langsung diterjunkan ke lokasi. Aparat melakukan pengamanan area terdampak, mendata korban dan saksi, serta mencatat tingkat kerusakan untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.
Kapolsek Winong, Gandhi Soeprijanto, menegaskan respons cepat menjadi prioritas dalam setiap penanganan bencana.
“Begitu laporan kami terima, anggota langsung bergerak ke lokasi. Yang paling utama adalah memastikan keselamatan warga dan kondisi di lapangan tetap kondusif,” tegasnya.
Ia menyebut cuaca ekstrem di wilayah Winong terjadi secara mendadak dan sulit diprediksi.
“Awalnya hanya gerimis dan angin kencang, namun tiba-tiba berubah menjadi puting beliung. Situasi seperti ini sangat berbahaya sehingga masyarakat harus selalu waspada terhadap perubahan cuaca,” ujar AKP Gandhi.
Selain melakukan pengamanan dan pendataan, aparat kepolisian bersama unsur Muspika dan perangkat desa menggelar kerja bakti membersihkan puing-puing genting serta bagian atap yang rusak. Warga dan aparat bergotong royong mempercepat proses pembersihan agar lingkungan kembali aman dan layak huni.
“Polisi tidak hanya hadir untuk mencatat dan melapor, tetapi juga membantu langsung warga yang terdampak. Ini adalah bentuk pelayanan dan kepedulian kami kepada masyarakat,” kata AKP Gandhi.
Hingga Rabu sore, kondisi di Desa Kebowan dilaporkan aman dan kondusif. Warga mulai memperbaiki rumah masing-masing dengan dukungan aparat dan pemerintah desa.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Kami akan terus memantau kondisi di lapangan dan siap memberikan bantuan serta pengamanan jika masih dibutuhkan,” pungkas AKP Gandhi.
Jurnalis: LingkarJatengGroup Network
Editor: Rosyid






























