KUDUS, Lingkarjateng.id – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kudus mencatat rata-rata masalah kesehatan yang ditemukan pada program cek kesehatan gratis di sekolah yakni anemia pada siswi perempuan.
“Sementara ini rata-rata temuan kasus yang banyak dalam pelaksanaan CKG ini yaitu anemia bagi remaja putri. Terutama siswi di kelas 7 SMP dan kelas 10 SMA,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat pada DKK Kudus, Edi Kusworo, Selasa, 12 Agustus 2025.
Edi menjelaskan bahwa DKK Kudus akan melaksanakan program CKG di 770 sekolah sepanjang Agustus 2025 mulai dari jenjang SD hingga SMA, serta pondok pesantren.
Seluruh siswa dicek kondisi kesehatannya mulai dari gula darah, tensi, mata, gigi, HB dan lain sebagainya.
“Kasus anemia yang ditemukan itu sekitar 25-50 persen dari jumlah siswa yang sudah kami lakukan CKG,” sebutnya.
Menindaklanjuti banyaknya temuan anemia ini, DKK Kudus akan memberikan tablet tambah darah bagi remaja putri. Selain itu, DKK melakukan evaluasi untuk memastikan tablet tambah darah yang sudah diberikan benar-benar diminum.
“Sebenarnya kami sudah rutin memberikan tablet tambah darah bagi siswi perempuan di sekolah. Namun ini menjadi evaluasi kami untuk kedepannya juga memastikan tablet tambah darah tersebut memang diminum,” ungkapnya.
Kemudian, DKK juga akan lebih gencar memberikan edukasi kepada siswa terkait cara pencegahan dan penanganan anemia. Mengingat, anemia merupakan penyakit yang rentan menyerang perempuan.
Selain anemia, kasus penyakit lain yang ditemukan selama CKG sekolah sementara ini yaitu mata minus dan gigi berlubang pada anak.
“Harapan kami kegiatan CKG sekolah ini bisa berjalan lancar dan semua anak bisa terlayani. Karena CKG ini sangat penting, ketika ada resiko penyakit bisa terdeteksi lebih awal,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa































