PATI, Lingkarjateng.id – Revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo Kabupaten Pati batal direalisasikan pada 2026. Hal ini diungkap Bupati Pati Sudewo usai apel awal tahun di pendopo kabupaten pada Senin, 5 Januari 2026.
Dirinya menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati masih fokus pada pekerjaan infrastruktur dan adanya keterbatasan anggaran daerah akibat pengurangan Transfer ke Daerah (TKD).
“Alun-alun Kembangjoyo belum ada rencana renovasi disana. Di tahun 2026 belum ada rencana, tapi nanti di tahun 2027 kita lihat kondisi fiskal Kabupaten Pati,” ungkap Sudewo.
Diketahui sebelumnya, Bupati Pati Sudewo berkomitmen bakal memperbaiki kawasan yang diperuntukkan bagi Pedagang Kaki Lima (PKL) itu. Selain itu, rencana revitalisasi tersebut juga menyangkut penataan Pasar Yaik, serta pembangunan bundaran penghubung Alun-alun Kembangjoyo dengan Kota Pati.
“Bundaran ini tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas, tetapi juga akan menjadi simbol integrasi antara pusat kota dengan Kembangjoyo. Nantinya juga akan ada landmark berupa patung di tengah bundaran,” kata Bupati, Rabu, 2 Juli 2025 lalu.
Bupati Sudewo Bakal Bangun Bundaran Demi Hubungkan Kota Pati dan Kembangjoyo
Serius Tata Alun-alun Kembangjoyo, Bupati Pati Datangkan Tim Arsitektur Nasional
Bupati juga menekankan bahwa wajah Kota Pati akan semakin tertata dengan adanya revitalisasi Alun-alun Kembangjoyo.
“Langkah ini merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang untuk menjadikan Pati sebagai kota yang rapi, modern, dan representatif. Apalagi dengan masuknya Pati dalam Program Strategis Nasional, kami ingin pembangunan kawasan ini benar-benar optimal,” tambah Bupati.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Sekar S




























