BLORA, Lingkarjateng.id – Sejumlah akses jalan menuju Alun-alun Blora akan ditutup pada seiring rencana aksi demonstrasi petani tebu yang dipusatkan di kawasan tersebut pada Kamis besok, 2 April 2026.
Kabag Ops Polres Blora, Kompol Haryono, mengungkapkan penutupan akan dilakukan di beberapa titik strategis, yakni perempatan Jalan Pemuda (MD Mall), Simpang 3 Sunan Pojok, pertigaan Jalan R.A Kartini, serta dua gang menuju alun-alun. Penutupan bersifat sementara dan hanya berlaku pada jalur menuju lokasi aksi.
Menurutnya, penutupan dilakukan untuk mendukung kelancaran dan pengamanan kegiatan.
“Yang menuju alun-alun saja, lainnya normal. Maksimal sebelum adzan Dzuhur (sekitar pukul 12.00 wib) sudah selesai,” katanya, Rabu, 1 April 2026.
Ia menambahkan, aksi diperkirakan mulai berlangsung sekitar pukul 09.30 WIB dengan durasi orasi sekitar dua jam.
“Mulai setengah 10. Paling mereka sekitar 2 jam untuk orasi-nya,” ujarnya.
Terkait jumlah peserta, Polres Blora memprediksi aksi hanya akan diikuti sekitar 2.000 simpatisan, lebih sedikit dibanding klaim Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Kabupaten Blora yang menyebutkan sekitar 5.000 orang.
“Sekitar kurang, maksimal 2000 petani (simpatisan aksi),” katanya.
Menurutnya, seluruh peserta aksi berasal dari kalangan petani tebu lokal tanpa melibatkan massa dari luar daerah.
“Tadi dari rapat koordinasi tidak ada (simpatisan aksi). Jadi full (semuanya) petani saja,” tambahnya.
Polres Blora memperkirakan arus kedatangan massa hanya melalui satu jalur, yakni dari arah Kecamatan Todanan dan Ngawen.
“Satu arus saja. Dari koordinator bilangnya tidak ada dari arah Cepu maupun Randublatung,” kata Kompol Haryono.
Untuk pengamanan, Polres Blora mengerahkan sebanyak 390 personel gabungan dari tingkat Polsek hingga Polres yang akan disebar di sejumlah titik, baik di dalam maupun di luar lokasi aksi.
“Penempatan semuanya (di luar aksi dan di dalam aksi). Jadi disebar tidak di alun-alun-alun saja,” tambahnya.
Sementara itu, terkait potensi kemacetan akibat kendaraan peserta, khususnya truk, polisi telah menyiapkan kantong parkir di lahan eks pasar kota.
“Nanti kalau tidak muat bisa di (parkiran) Koplakkan,” katanya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Rosyid






























