KENDAL, Lingkarjateng.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal membentuk desa tangguh bencana (destana) di Desa Bangunsari, Kecamatan Patebon, pada Senin, 19 Agustus 2024.
Sekretaris BPBD Kendal, Ahmad Huda Kurniawansah, mengatakan bahwa pembentukan Destana Bangunsari tersebut bertujuan untuk mencegah dan melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana dari dampak yang membahayakan serta merugikan.
Selain itu, pembentukan Destana Bangunsari juga bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan sumber daya guna mengurangi risiko bencana.
“Jadi masyarakat memiliki kemampuan untuk mengenali ancaman-ancaman di wilayahnya, dan mampu mengorganisir sumber daya masyarakat untuk mengurangi kerentanan sekaligus meningkatkan kapasitas demi mengurangi risiko bencana,” jelas Huda.
Dalam kegiatan tersebut, BPBD Kendal membentuk kelompok beranggotakan 40 orang untuk dibekali dan diberikan materi terkait Destana Bangunsari yang dilaksanakan selama tiga hari.
“Pembentukan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat desa yang terdiri dari berbagai unsur di desa. Dan kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 19 hingga 21 Agustus. Di hari terakhir akan dilaksanakan kegiatan simulasi penanganan bencana,” lanjutnya.
Huda berharap, Destana Bangunsari nantinya dapat mengalokasikan dana desa untuk program penanggulangan bencana sesuai dengan kebutuhan desa tersebut.
Selain itu, dengan adanya Destana Bangunsari tersebut diharapkan akan menghasilkan beberapa dokumen seperti pembentukan FPRB yang terdiri dari berbagai unsur di desa dan rencana kontinjensi (renkon) desa.
“Lalu, pengkajian ancaman bencana kapasitas dan kerentanan desa dan penyusunan rencana penanggulangan bencana,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Desa Bangunsari, Suwandi, berharap dengan dilakukan pembentukan dan pelatihan destana ini diharapkan dapat memberikan kemandirian bagi masyarakat setempat.
“Karena di sini bencana yang sering terjadi itu banjir. Walaupun itu musim kemarau tapi biasanya terjadi banjir,” jelasnya. (Lingkar Network | Arvian Maulana – Lingkarjateng.id)





























