UNGARAN, Lingkarjateng.id – Sejumlah pemain profesional Liga 1 Indonesia akan dilaporkan dan diproses secara hukum buntut ricuhnya partai final Piala Bupati Kabupaten Semarang antara PS Putra Bakti Ds Patemon Semarang dengan PS Ar Rafi Ampel Boyolali.
Sebelumnya, pada partai final yang berlangsung di Lapangan Desa Pule, Bener, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, pada Minggu sore, 2 Juni 2024 tersebut terjadi kericuhan yang berujung pada pengeroyokan wasit bernama Hadi Suroso.
Kronologi insiden bermula ketika Hadi Suroso memberikan kartu merah kepada salah satu pemain PS Putra Bakti Patemon yang kedapatan memukul kepala pemain PS Ar Rafi Ampel di menit ke-52. Saat itu PS Putra Bakti Patemon unggul 1-0 dari PS Ar Rafi Ampel.
Ketegangan atas insiden dihadiahkannya kartu merah kepada salah satu pemain PS Putra Bakti Patemon sempat mereda. Namun, di menit ke-55 babak kedua, mantan pemain timnas Indonesia yang kini membela Barito Putra yaitu Bayu Pradana, melakukan protes keras kepada wasit Hadi Suroso atau yang akrab disapa Hadi Bola itu.
Bayu Pradana kedapatan menendang keras tubuh Hadi Suroso sampai wasit tersebut harus berlari menuju ke arah bench pemain. Namun, para pemain cadangan PS Putra Bakti justru ikut memukul dan menendangnya.
Pengeroyokan kepada Hadi Suroso yang merupakan wasit dari Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Semarang tersebut akhirnya memicu kericuhan yang lebih luas. Para pendukung PS Putra Bakti Patemon kemudian ikut memukuli wasit Hadi Suroso.
Akibat insiden itu, pertandingan berjuluk “bertabur bintang” terpaksa dihentikan. Pihak panitia memutuskan untuk memberikan gelar juara bersama kepada kedua tim dan membagi rata hadiah uang senilai Rp20 juta, di mana masing-masing mendapatkan Rp10 juta.
Saat dikonfirmasi secara terpisah pada Senin, 3 Juni 2024, Hadi Suroso yang masih mendapatkan perawatan di RST Salatiga itu mengaku tidak terima dengan aksi anarkis yang dilakukan para pemain pengeroyoknya. Ia memutuskan akan membawa insiden itu ke jalur hukum.
“Iya mbak (diproses hukum,red). Saya serahkan ke Dandim pokoknya,” kata Hadi Suroso yang juga merupakan anggota TNI itu kepada Lingkar Jateng melalui WhatsApp.
Hadi Suroso mengungkapkan ada dua wasit yang menjadi korban dalam insiden tersebut, yaitu dirinya dan wasit cadangan bernama Ridwan Prayitno. Saat ini keduanya dirawat di RST Salatiga.
“Ada dua, saya dan wasit satunya lagi, dia Ridwan Prayitno, wasit cadangan yang menggantikan saya, ini juga dirawat di RST Salatiga bersama saya. Kalau Ridwan lukanya parah, karena dia dipukuli, dan pasti proses hukum,” tegasnya.
Ia menilai pihak Panitia Penyelenggara (Panpel) pada laga tersebut tidak bertanggung jawab karena tidak memberikan kompensasi
“Panpel tidak ada tanggung jawabnya juga, kita semua juga engga dibayar,” ucapnya.
Sementara itu, Forum Wasit Indonesia mengutuk keras insiden tersebut dan meminta pelaku pengeroyokan ditangkap dan dipidanakan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya.
“Stay di Instagram kita, akan selalu kita informasikan terus perkembangannya. Dan informasi yang kami terima, pengeroyokan terhadap wasit itu dilakukan oleh beberapa pemain profesional di Liga 1 Indonesia, dan akan dibawa ke ranah hukum, tidak ada kata damai untuk semua pelaku!” tegas Forum Wasit Indonesia saat dihubungi melalui pesan Instagram.
Beberapa nama pemain profesional yang diduga terlibat dalam insiden pengeroyokan tersebut di antaranya adalah Bayu Pradana (Barito Putra dan Mantan Timnas), Komarudin (Persikabo), Ilham Mahendra (Barito Putra), Hery Susanto (Persita), Wahyu Wijiastanto (Mantan Timnas), Heru Setyawan (Mantan Kalteng Putra), Wahyu Hendra Pambudi (Kalteng Putra), Rizky Wahyudi (Lokal, Tengaran), Khrisna John (PSIM), Wahyu Prasetyo (PSIS), dan Joko Ribowo (Eks PSIS).
Sementara itu, untuk pemain profesional lainnya yaitu dua kembar, Bagas Kaffa dan Bagus Kahfi, sudah memberikan klarifikasi bahwa tidak terlibat pada insiden pengeroyokan tersebut.
“Mohon maaf, coba disimak lagi videonya, saya sama Bagas apa ada mukul wasitnya? Saya berani apa pun kalau saya sampai ada mukul atau nyentuh wasitnya. Apakah di semua video itu saya sama Bagas ada terlibat mukul wasit atau orang siapa pun ya? Saya malah yang berusaha juga misahin,” ungkap Bagus Kafi yang merupakan pemain Barito Putra itu. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)

































