KENDAL, Lingkarjateng.id – Puluhan hektar sawah di empat kecamatan di kabupaten kendal terendam banjir dengan ketinggian bervariasi. Para petani khawatir tanaman padi yang baru berusia satu minggu akan mati.
Sementara itu, sejumlah kecamatan yang terendam banjir yakni Kecamatan Brangsong, Kecamatan Patebon, Kecamatan Cepiring, Kecamatan Kangkung, dan Kecamatan Rowosari.
Salah satu petani Desa Sukolilan Kecamatan Patebon Munadhirin mengatakan sawah tergenang sejak empat hari lalu. Namun kondisi semakin parah akibat intensitas hujan yang tinggi dan membuat air sungai meluap ke area pesawahan.
“Jadi sini setiap musim hujan turun hujan itu keadaannya seperti ini, pasti banjir karena ya sungai yang di tengah itu kan gak pernah dikeruk,” ungkapnya, Jumat, 5 Januari 2024.
Sebagai informasi, hingga Minggu, 7 Januari 2024 total jumlah sawah yang tergenang banjir mencapai 1.022 hektare.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal Pandu Rapriat Rogojati mengatakan untuk Kecamatan Rowosari total luas tanam yang tergenang seluas 285 hektare, sedangkan Kecamatan Patebon ada 203 hektare.
“Selanjutnya, Kecamatan Cepiring dan Kecamatan Kangkung total luas tanam 275 hektare, Kecamatan Kendal dan Kecamatan Brangsong 275 hektare,” jelasnya saat dikonfirmasi 7 Januari 2024.
Di sisi lain, Pandu berharap air segera surut sehingga tanaman padi masih bisa diselamatkan. Namun demikian pihaknya akan mengusahakan pemberian bantuan bibit padi jika tanaman rusak atau mati. (Lingkar Network | Wahyudi/Arvian – Lingkarjateng.id)






























