SEMARANG, Lingkarjateng.id – Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Semarang Agus Riyanto menegaskan bahwa usai pengumuman Daftar Calon Tetap (DCT), maka para calon legislatif (caleg) secara otomatis menjadi subjek hukum. Sehingga, potensi pelanggaran kampanye akan bermunculan.
“Ketika para caleg ini sudah menjadi subjek hukum dalam pelaksanaan kampanye, hal yang perlu diperhatikan adalah potensi pelanggaran kampanye inilah yang biasanya akan bermunculan. Ini saya rasa harus diperhatikan parpol ya potensi pelanggaran apa saja,” katanya, Minggu, 5 November 2023.
Ia pun berharap selama jeda setelah pengumuman DCT hingga masuk tahapan masa kampanye pada 28 November 2023, tidak ada caleg yang menggelar kegiatan yang mengandung unsur kampanye.
“Misalnya memakai atau membawa atribut parpol pada kegiatan-kegiatan yang mereka jalankan, hingga memasang Alat Peraga Sosial (APS) atau Alat Peraga Kampanye (APK) di sejumlah lokasi,” terang Agus.
Saat ditanya soal 1.000 APS yang berpotensi memuat unsur pelanggaran, Agus mengaku akan mengkaji dan menginventarisirnya kembali.
“Ini khusus untuk APS yang sudah terpasang di banyak titik yang ada di Kabupaten Semarang. Oleh sebab itu, soal APS ini kami akan bekerja sama dan akan segera mengadakan rapat bersama KPU, Satpol PP, dan Kesbangpol untuk menanggapi soal data potensi pelanggaran soal APS ini,” bebernya.
Ia juga mengaku bahwa sejumlah alat peraga bakal caleg yang selama ini sudah terpasang berpotensi masuk kategori APK.
“Oleh sebab itu, kami akan segera koordinasikan oleh instansi terkait masalah hal itu. Karena, jelas jika saat ini masih terpasang maka APS itu menjadi APK dan ini pelanggaran karena belum masuk tahapan kampanye,” ujarnya.
Jika benar itu masuk kategori APK, maka akan ada dua opsi. Yaitu, parpol menurunkannya sendiri atau ditertibkan oleh Satpol PP.
“Imbauan kami sebaiknya parpol atau caleg yang bersangkutan menurunkannya sendiri APS itu. Karena potensinya sangat kuat sekali, kalau APS itu kini menjadi APK usai diumumkannya DCT ini dan ada masa jeda sebelum kampanye nanti,” tandasnya. (Lingkar Network | Hesty Imaniar – Lingkarjateng.id)






























