KENDAL, Lingkarjateng.id – Desa Wisata Kalikesek di Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, berhasil masuk tiga besar dalam Lomba Desa Wisata Nusantara tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun Anggaran 2026. Capaian tersebut membuka kesempatan bagi destinasi wisata ini untuk melaju ke kompetisi tingkat nasional.
Penentuan desa yang akan mewakili Jawa Tengah dilakukan melalui tahapan presentasi dan wawancara oleh tim penilai. Selain Kendal, dua daerah lain yang masuk tahap akhir penilaian adalah Klaten dan Banyumas.
Proses penilaian berlangsung secara daring di Command Center Pemerintah Kabupaten Kendal, Rabu, 21 Oktober 2026. Tim penilai terdiri atas unsur Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jawa Tengah, Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), serta unsur terkait lainnya.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Alfebian Yulando, menjelaskan bahwa penilaian tahap akhir dilakukan setelah ketiga desa wisata tersebut melewati seleksi administrasi.
Aspek yang dinilai meliputi kelembagaan, kelengkapan administrasi, program kerja, hingga rekam jejak dan perkembangan destinasi wisata.
“Penilaian mencakup berbagai aspek, mulai dari kelembagaan, aspek administrasi, program kerja, hingga perjalanan dan perkembangan Desa Wisata Kalikesek,” katanya.
Alfebian, yang akrab disapa Febi, mengatakan Pemerintah Kabupaten Kendal turut mendukung upaya pengelola Kalikesek dalam mengikuti kompetisi tersebut. Dukungan itu dilakukan melalui pendampingan selama proses penilaian berlangsung.
Menurutnya, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari telah menginstruksikan Dispermasdes bersama Camat Limbangan untuk mendampingi pengelola Desa Wisata Kalikesek dalam menghadapi tahapan penilaian.
“Ibu Bupati memerintahkan kami bersama Camat Limbangan untuk mendampingi dan memberikan support langsung kepada teman-teman Desa Sriwulan dalam penilaian ini,” jelasnya.
Dalam sesi wawancara, tim penilai juga menggali informasi mengenai peran pemerintah daerah dalam mendorong pengembangan destinasi tersebut. Febi menyebut pemerintah kabupaten terus memberikan dukungan terhadap pengelolaan dan kemajuan wisata Kalikesek.
“Ketika tim juri menanyakan dukungan pemerintah, kami sampaikan bahwa Ibu Bupati dan pemerintah daerah terus berkomitmen memberikan support terhadap pengembangan Desa Wisata Kalikesek,” ungkapnya.
Ia berharap hasil penilaian tersebut memberikan kesempatan bagi Kalikesek untuk melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional.
“Harapannya, Desa Wisata Kalikesek bisa lolos dan mewakili Jawa Tengah menuju tingkat nasional,” tandasnya.
Kepala Desa Sriwulan Harap Desa Wisata Kalikesek Melaju ke Tingkat Nasional

Kepala Desa Sriwulan, Sulistyo, menyambut positif pencapaian Kalikesek yang berhasil masuk tiga besar tingkat provinsi. Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada desa wisata tersebut dan berharap capaian itu dapat berlanjut pada tahapan berikutnya.
“Kami berterima kasih karena dipercaya dan terpilih sebagai tiga besar di tingkat provinsi. Semoga capaian ini bisa berkelanjutan dan kami dapat melangkah ke tingkat nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Sriwulan, Mukh Aminatur Rokhman, mengatakan dalam presentasi di hadapan tim penilai, pihaknya menjelaskan proses pengembangan Kalikesek sejak dirintis hingga berkembang menjadi destinasi yang menawarkan beragam fasilitas dan aktivitas wisata.
Pengembangan tersebut mencakup penyediaan wahana, kegiatan edukasi, serta keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut menopang perekonomian warga setempat.
“Dalam penilaian tersebut, kami memaparkan perjalanan Desa Wisata Kalikesek yang saat ini terus berkembang dengan berbagai fasilitas, wahana, kegiatan edukasi, hingga UMKM yang turut mendukung perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Menurut Mukh Aminatur, keberhasilan pengelolaan wisata tidak hanya dilihat dari pertumbuhan destinasi dan pendapatan usaha, tetapi juga dari manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui pemberian tunjangan hari raya (THR) kepada warga setiap tahun.
“Sejak dirintis pada 2021 hingga 2026 ini Kalikesek mampu menghasilkan omzet sekitar Rp5,2 miliar. Dan Alhamdulillah kami juga memberikan THR kepada warga setiap tahunnya,” ungkapnya.
Ia berharap pengembangan Kalikesek terus berlanjut melalui peningkatan fasilitas, pembenahan pengelolaan, dan inovasi produk wisata. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat daya tarik pariwisata Kendal sekaligus membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Sriwulan.
“Harapannya, Kalikesek terus meningkat dan semakin berkembang sehingga bisa memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid





























