KAB. SEMARANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polda Jawa Tengah untuk menyelidiki penyebab dan unsur kesengajaan dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di lereng Gunung Lawu, Kabupaten Karanganyar, dan Gunung Sumbing, Kabupaten Wonosobo.
“Kalau karhutla itu betul-betul terjadi karena ada unsur kesengajaan, maka akan ada efek jera bagi pelaku pembakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu dan Gunung Sumbing,” katanya saat meninjau Koperasi Desa Merah Putih Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa, 20 Oktober 2026.
Luthfi mengungkapkan pihaknya telah melakukan berbagai upaya pemadaman di Gunung Lawu dan Sumbing melalui jalur darat dan udara, termasuk pengerahan helikopter untuk operasi water bombing serta koordinasi lintas instansi.
Ia menyebut penanganan kebakaran melibatkan personel gabungan dari TNI AD, TNI AU, kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta para relawan.
Tak hanya itu, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten untuk mempercepat proses pemadaman di kedua gunung tersebut.
“Untuk kebakaran hutan dan lahan di Gunung Lawu ini Bupati Karanganyar sudah berkoordinasi dengan kami, dan karhutla di Gunung Lawu ini juga sudah berstatus tanggap darurat bencana selama 14 hari, terhitung sejak Sabtu 17 Oktober 2026, dan kami pun juga sudah cek ke sana,” katanya.
Untuk mempercepat penanganan di Gunung Lawu, ia menyebut pemadaman melalui udara menjadi salah satu prioritas. Dua helikopter milik TNI dikerahkan dengan operasional yang melibatkan tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Hari ini juga sudah kami lakukan water bombing sebanyak dua kali di Gunung Lawu dengan menggunakan helikopter, dan karena cuaca sekarang ini panas disertai lembap, dan sebagainya sehingga penangananya memang bertahap,” ujarnya.
Adapun penanganan kebakaran di Gunung Sumbing sejauh ini masih mengandalkan pemadaman melalui jalur darat. Pemprov Jateng berupaya menambah dukungan pemadaman udara dengan mengarahkan sumber daya water bombing dari Gunung Lawu agar dapat digunakan untuk membantu penanganan di Gunung Sumbing.
Luthfi telah menginstruksikan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari, untuk mengoordinasikan pergeseran dukungan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman di dua lokasi kebakaran.
Selain pemadaman darat dan udara, pihaknya juga menyiapkan langkah penanganan lain berupa teknologi modifikasi cuaca atau cloud seeding. Upaya tersebut dilakukan melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta BNPB.
Diketahui, kebakaran di lereng Gunung Lawu dilaporkan terjadi sejak Kamis, 15 Oktober 2026.
Dampak kebakaran di Gunung Lawu tercatat telah meluas hingga membakar lebih dari 130 hektare kawasan hutan. Akibatnya, sejumlah jalur pendakian ditutup sementara untuk menghindari risiko terhadap keselamatan pengunjung selama operasi pemadaman berlangsung.
Sementara itu, kebakaran di Gunung Sumbing mulai terjadi pada Senin, 19 Oktober 2026, dan hingga Selasa, 20 Oktober 2026, masih dilakukan upaya pemadaman.
Saat ini, jalur pendakian Gunung Sumbing via Butuh Kaliangkrik telah ditutup sementara.
Jurnalis: Lingkar Network/Hesty Imaniar
Editor: Muslichul Basid































