Demak (lingkarjateng.id) – Bupati Demak Eisti’anah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas dimulainya program perlindungan pesisir Pantai Utara (Pantura) Jawa melalui pendekatan Nature-based Solutions (NbS) atau solusi berbasis alam.
Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah merupakan lokasi percontohan atau demonstration plot dari program tersebut. Sebagai langkah awal dalam rangkaian program perlindungan pesisir Pantura Jawa dilakukan penanaman mangrove.
Turut hadir Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Kepala Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ), Didit Herdiawan, serta jajaran terkait.
Eisti’anah mengatakan bahwa, program pembangunan tanggul laut raksasa yang diawali dengan penanaman mangrove tersebut dapat segera direalisasikan secara berkelanjutan untuk mengatasi persoalan banjir rob yang selama ini berdampak pada masyarakat di Demak.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan penanaman mangrove yang direncanakan mencakup area sekitar 400 hektare. Tahapan berikutnya meliputi pembangunan tanggul pantai hingga tanggul laut raksasa.
“Insyaallah, ini akan dilanjutkan dan dipusatkan di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Sebenarnya segmennya Semarang, tetapi titiknya berada di Demak,” ujar Eisti’anah.
Ia menjelaskan, rencana penanganan tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak BOPPJ. Selain penanaman mangrove, tahapan pembangunan infrastruktur perlindungan pesisir juga telah melalui proses kajian, termasuk penyusunan Detail Engineering Design (DED).
“Sudah kami tanyakan sebelum kegiatan ini kepada Bapak Deputi BOPPJ Pak Agus, Insyaallah sekitar 400 hektare berkaitan dengan penanaman mangrove. Jadi prosesnya ada tiga tahap, jadi penanaman mangrove terlebih dahulu, kemudian ada tanggul pantai, lalu giant sea wall,” jelasnya.
“Jadi DED nya itu sudah dilakukan pengkajian oleh BOPPJ. Dan ini merupakan instruksi dari bapak presiden,” sambungnya.
Eisti’anah menegaskan, program tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menangani persoalan pesisir yang membutuhkan penanganan terpadu dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto beserta seluruh jajaran pemerintah yang telah memberikan perhatian terhadap persoalan banjir rob di Kabupaten Demak.
“Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Kabupaten Demak, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden beserta seluruh jajaran. Ini yang selama ini kami harapkan. Semoga program ini segera terealisasi sehingga dapat membantu masyarakat di empat kecamatan yang menghadapi persoalan banjir rob,” pungkasnya. (Lingkar Network/Burhan)***
Editor : Adi Arfian





























