SEMARANG, Lingkarjateng.id – Museum dan situs sejarah di Jawa Tengah didorong untuk berinovasi agar mampu bersaing dengan destinasi wisata yang tengah viral.
Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko mengatakan daya tarik museum dan situs sejarah tidak cukup hanya mengandalkan koleksi serta nilai historis. Pengelola juga perlu memikirkan cara menyampaikan informasi agar lebih mudah dipahami dan mampu menarik minat generasi muda.
“Jangan sampai museum hanya dikunjungi saat ada tugas sekolah. Harusnya bisa jadi tempat yang memang ingin didatangi karena menarik, bukan karena terpaksa,” katanya, Kamis, 15 Oktober 2026.
Menurutnya, perkembangan teknologi digital membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi sejarah melalui berbagai platform.
Untuk itu, ia mendorong pengelola memanfaatkan teknologi digital, konten audio visual, tur digital, hingga informasi berbasis telepon seluler untuk memperkaya pengalaman pengunjung.
“Anak muda tidak anti sejarah atau edukasi. Mereka hanya butuh cara penyampaian yang lebih segar. Kalau dikemas dengan baik, wisata edukasi bisa bersaing dengan tempat viral,” tegasnya. (Adv)

Editor: Sekar





























