SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang mempercepat upaya antisipasi banjir dengan menormalisasi 33 sungai dan membenahi saluran drainase di sejumlah titik rawan genangan.
Namun, pekerjaan pengerukan belum sepenuhnya rampung. Lima sungai masih dalam proses pengerjaan dan ditargetkan selesai akhir Oktober 2026.
Kepala DPU Kota Semarang, Suwarto, mengatakan pengerukan dilakukan untuk memperlancar aliran air, terutama menjelang periode hujan yang berpotensi memicu genangan di sejumlah wilayah.
“Pengerukan kami lakukan di 33 sungai. Sebagian besar sudah selesai, tinggal lima sungai yang masih dalam proses pengerjaan,” ujarnya, Rabu, 14 Oktober 2026.
Salah satu pekerjaan yang masih dikebut berada di Sungai Sringin, Kecamatan Genuk. Dari total panjang sekitar tiga kilometer, pengerukan telah mencapai dua kilometer.
Pengerjaan juga berlangsung di Sungai Sodor serta sungai di kawasan Kuningan, tepatnya Jalan Lodan Raya, dan sejumlah titik lainnya.
Menurut Suwarto, pengerukan sungai bukan bertujuan menjadikan sungai sebagai tempat penampungan air, melainkan memastikan aliran air menuju saluran pembuangan berjalan lancar.
Ia menyebut fungsi penampungan berada pada infrastruktur seperti polder dan waduk.
“Kami ingin membuat aliran sungai lancar. Sungai bukan untuk menampung air, tetapi mengalirkan. Yang berfungsi menampung air itu polder atau waduk,” jelasnya.
Selain pengerukan sungai, DPU juga membangun dan memperbaiki drainase di kawasan yang kerap mengalami genangan.
Di Jalan Pemuda, tepatnya di depan Mal Paragon, mulai Jalan Kapten Piere Tendean misalnya, saluran air baru dibuat untuk membantu mengalirkan limpasan air.
Sementara di Jalan Gajah, DPU melakukan penggantian saluran lama dengan saluran baru. Langkah tersebut menyasar kawasan yang belum memiliki drainase memadai maupun lokasi yang berulang kali tergenang.
Upaya penanganan juga difokuskan ke Kecamatan Genuk, salah satu kawasan yang menghadapi persoalan banjir. Selain pengerukan Sungai Sringin, pemerintah melakukan penggantian pompa untuk mendukung pengendalian aliran air.
DPU turut mengantisipasi potensi genangan di kawasan Kaligawe, terutama dampak peninggian jalan yang dikhawatirkan memengaruhi aliran air menuju permukiman warga.
Suwarto mengatakan langkah mitigasi dilakukan dengan mengoptimalkan rumah pompa Gedangsari dan sejumlah fasilitas pompa lainnya.
Di kawasan Tenggang, rumah pompa baru juga telah dibangun untuk membantu menarik aliran air dari Genuk Indah serta kawasan seberang Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) menuju Sungai Tenggang.
“Kami maksimalkan rumah pompa yang ada. Di Tenggang juga sudah dibangun rumah pompa baru untuk menarik aliran air dari Genuk Indah dan kawasan seberang Unissula yang masuk ke Sungai Tenggang,” tuturnya.
Jurnalis: Lingkar Network/Syahril Muadz
Editor: Muslichul Basid






























