SEMARANG, Lingkarjateng.id – Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah dari Fraksi Gerindra, Heri Pudyatmoko, meminta pemerintah provinsi memperluas pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) hingga pelosok desa di tengah surplus beras Jateng yang mencapai 1,54 juta ton hingga Agustus 2026.
Hari menilai intervensi harga tidak cukup hanya dilakukan di pasar besar dan kawasan perkotaan, tetapi juga perlu menjangkau masyarakat di wilayah pedesaan yang masih berpotensi menghadapi harga pangan tinggi.
“Operasi pasar dan pangan murah jangan berhenti di kota. Warga desa juga belanja beras, minyak, dan cabai,” ungkap Heri, Minggu, 11 Oktober 2026.
Heri menilai ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan kecukupan stok, tetapi juga kemampuan masyarakat membeli kebutuhan pokok dengan harga yang wajar.
“Kalau stok melimpah tetapi warga masih membeli dengan harga tinggi, berarti ada pekerjaan rumah di distribusi dan akses. Yang harus kita pastikan adalah manfaat surplus itu benar-benar sampai ke dapur masyarakat,” katanya. (Adv)

Editor: Muslichul Basid




























