Blora (lingkarjateng.id) – Desa Pelem, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, menjadi sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap IV tahun ini. Kegiatan tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada 13 Oktober hingga 11 November 2026.
Program (TMMD) ini menyasar pembangunan infrastruktur desa hingga rehabilitasi rumah warga. Selain itu, ada kegiatan nonfisik berupa penyuluhan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat.
Diketahui, pada tahun ini Pemkab Blora menggelontorkan Rp800 juta untuk pelaksanaan TMMD Sengkuyung sepanjang 2026. Jumlah tersebut, dibagi menjadi empat tahap, sehingga masing-masing sebesar Rp200 juta.
Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0721/Blora Mayor Arm Imam Sunandar mengatakan, TMMD Tahap IV mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.
Menurutnya, program ini menjadi bentuk sinergi TNI dan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan wilayah pedesaan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“Sasaran fisik TMMD di Desa Pelem meliputi pembangunan jalan makadam sepanjang 4.677 meter dengan lebar 2,5 meter, talud jalan sepanjang 25 meter di sisi kanan dan kiri, serta jembatan sepanjang 6 meter dengan lebar 3 meter,” kata Imam saat rapat koordinasi teknis (rakornis) di Aula Makodim 0721/Blora, Jumat (9/10/2026).
Selain itu, TMMD mencakup pembangunan plat beton berukuran panjang 5 meter dan lebar 1 meter, serta rehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH).
Adapun sasaran nonfisik berupa penyuluhan kepada masyarakat yang melibatkan instansi terkait di Kabupaten Blora. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran warga dalam berbagai bidang.
Imam menyampaikan, Dandim 0721/Blora Letkol Kav Yudhi Agus Setiyanto berharap seluruh sasaran TMMD dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga Desa Pelem.
Program tersebut juga diminta selaras dengan rencana pembangunan pemerintah daerah agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Asisten I Setda Blora Agus Puji Mulyono mengapresiasi sinergi Kodim 0721/Blora, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa.
Menurut Agus, koordinasi antar instansi perlu diperkuat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar program TMMD tepat sasaran. “Koordinasi antar instansi perlu diperkuat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan agar program yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga berharap seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan memberikan dukungan optimal. Masyarakat diminta ikut terlibat serta menjaga dan merawat hasil pembangunan agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian




























