SALATIGA, Lingkarjateng.id – Harga cabai rawit merah di pasar tradisional Kota Salatiga hingga saat ini masih tinggi. Diantaranya di Pasar Raya I, harga cabai rawit merah mencapai Rp75.000 per kilogram, sedangkan di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran, harganya masing-masing Rp72.500 per kilogram.
Selain cabai rawit merah, cabai merah keriting juga dijual dengan harga relatif tinggi. Di Pasar Raya I, harganya mencapai Rp64.333 per kilogram. Adapun di Pasar Rejosari sebesar Rp60.000 dan Pasar Blauran Rp57.500 per kilogram.
Sementara itu, harga cabai merah besar di Pasar Raya I tercatat Rp40.000 per kilogram. Di Pasar Rejosari dan Pasar Blauran, komoditas tersebut dijual Rp47.500 per kilogram.
Untuk cabai rawit hijau, harga di Pasar Rejosari dan Pasar Raya I masing-masing Rp50.000 per kilogram. Sedangkan di Pasar Blauran, harganya lebih rendah, yakni Rp42.500 per kilogram.
“Harga cabai masih tinggi. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda harga turun. Biasanya harga akan turun jika stok mulai melimpah,” kata salah satu pedagang, Maryati, Jumat, 9 Oktober.
Menurutnya, sampai saat ini stok cabai di pasar belum begitu banyak karena daerah penghasil yang belum memasuki masa panen. Sehingga harga masih bertahan di angka yang cukup tinggi karena permintaan juga cukup banyak.
“Di bulan ini banyak daerah yang menggelar acara tradisi seperti Merti dusun dan nyadran. Sehingga ada peningkatan permintaan konsumen. Kondisi ini juga mempengaruhi harga,” ujarnya.
Sementara itu, harga telur ayam ras masih berada di kisaran Rp24.000 hingga Rp25.500 per kilogram dan daging ayam ras Rp38.000 hingga Rp38.500 per kilogram.
Di tengah variasi harga cabai tersebut, harga telur ayam ras berada pada kisaran Rp24.000 hingga Rp25.500 per kilogram. Harga terendah tercatat di Pasar Blauran sebesar Rp24.000, sedangkan harga tertinggi berada di Pasar Rejosari sebesar Rp25.500 per kilogram.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar




























