DEMAK, Lingkarjateng.id – Pendataan sensus ekonomi tahun 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Demak telah rampung. Selanjutnya, BPS mulai pembersihan data sebelum masuk ke tahap pengolahan.
Kepala BPS Kabupaten Demak Khomarudin mengatakan pendataan sensus ekonomi sudah selesai pada 15 September 2026.
“Alhamdulillah sudah berjalan lancar. Kemarin sudah closing di tanggal 13 Agustus, kemudian diperpanjang sedikit pada 15 September. Semua sudah selesai, semoga tidak ada rumah tangga yang terlewat,” ujar Khomarudin.
Menurutnya, secara umum pelaksanaan sensus ekonomi di Kabupaten Demak tidak menghadapi hambatan berarti meski pada awal pendataan terdapat masyarakat yang sempat menolak.
“Di awal memang ada yang menolak dan seterusnya. Pendekatan dari RT, RW, kepala desa membuahkan hasil sehingga dapat berjalan dengan lancar dan masyarakat mau didata,” katanya.
Saat ini, BPS masih melakukan proses pembersihan dan pengolahan data. Khomarudin memperkirakan tahapan tersebut masih berlangsung hingga Desember 2026, sedangkan hasilnya ditargetkan dapat dipublikasikan pada 2027.
Khomarudin menegaskan, salah satu manfaat penting dari Sensus Ekonomi adalah tersedianya gambaran mengenai potensi usaha di setiap wilayah.
“Data khusus Demak itu sangat bermanfaat untuk pemerintah daerah karena di sana memuat usaha-usaha,” jelasnya.
Ia mencontohkan, melalui hasil sensus nantinya pemerintah dapat melihat potensi ekonomi yang terdapat di suatu kecamatan secara lebih jelas.
“Contoh misalnya di satu kecamatan, di Wonosalam misalnya, nanti potensinya akan terlihat di sana, atau potensi-potensi yang lain,” ungkapnya.
Dengan demikian, hasil sensus dapat menjadi salah satu rujukan bagi Pemerintah Kabupaten Demak dalam melihat kekuatan ekonomi masing-masing wilayah. Data tersebut dapat menunjukkan jenis usaha yang berkembang, sebarannya, sekaligus potensi yang masih dapat dikembangkan.
“Nanti akan kita publish tahun depan,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa






























