Blora (lingkarjateng.id) – Sebanyak 105 satuan pendidikan di Kabupaten Blora mendapat bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahap II Tahun Anggaran 2026 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Total anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat mencapai sekitar Rp66 miliar. Bantuan tersebut menyasar jenjang PAUD hingga SMP.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdik Blora, Sandy Tresna Hadi, mengatakan bantuan tahap II terdiri atas Rp36,6 miliar untuk 66 TK, Rp23 miliar untuk 31 SD, dan Rp6,5 miliar untuk 8 unit SMP. Pelaksanaan revitalisasi dilakukan secara swakelola oleh sekolah penerima bantuan.
“Untuk tahap kedua ini, ada 105 satuan pendidikan yang mendapatkan bantuan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp66 miliar,” ujar Sandy, Rabu (07/10/2026).
Sebelumnya, pada tahap I 2026, sebanyak 31 satuan pendidikan di Blora juga mendapat bantuan revitalisasi dengan total anggaran sekitar Rp19,7 miliar. Rinciannya, 15 SD mendapat Rp10,2 miliar, tiga SMP Rp3,2 miliar, dan 13 TK Rp6,2 miliar.
Sandy menyebut jumlah penerima bantuan masih berpeluang bertambah. Sebab, terdapat direktorat di pemerintah pusat yang juga memiliki program revitalisasi serupa.
Di tingkat pusat, program tersebut masuk dalam skema Alokasi Belanja Tambahan (ABT), sementara di daerah terdapat mekanisme APBD Perubahan.
Menurut Sandy, penentuan penerima bantuan mempertimbangkan tingkat urgensi dan kondisi kerusakan bangunan sekolah.
“Di Blora terdapat sekitar 600 SD, 102 SMP, dan lebih dari 900 satuan TK/PAUD. Dari seluruh usulan tersebut, yang diprioritaskan hanya sekolah dengan tingkat kerusakan paling mendesak,” ujarnya.
Pada tahap pertama, Disdik Blora sebelumnya mengusulkan 200 satuan pendidikan, terdiri atas 45 PAUD, 130 SD, dan 25 SMP. Namun, pemerintah pusat menetapkan 31 satuan pendidikan sebagai penerima.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian
































