Salatiga (lingkarjateng.id) – Kenaikan harga kemasan plastik berdampak pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Kota Salatiga. Imbasnya, omzet pelaku usaha menjadi menurun hingga 40 persen.
Salah satu pelaku UMKM produsen minuman Susu Kurma Gold di Tingkir, Kota Salatiga. Riskya Yosi mengungkapkan, harga botol plastik mengalami kenaikan signifikan sejak akhir Ramadan lalu, bahkan sempat mengalami kelangkaan di pasaran.
“Sekarang harga per bal bisa sampai Rp150.000. Padahal normalnya sekitar Rp120.000. Kenaikan ini terjadi sejak akhir Ramadan lalu. Kami masih bisa mengatasinya, namun kalau berlangsung lama akan sangat berdampak,” kata Riskya ditemui Selasa, 7 April 2026.
Menurut Riskya, lonjakan harga kemasan tersebut membuat beban produksi meningkat dan berimbas pada penurunan pendapatan. Ia menyebut omzet usahanya turun hingga 40 persen akibat kondisi tersebut.
“Saat ini kami masih bisa bertahan. Kami berharap harga segera kembali stabil. Jika harga plastik terus naik, tentu akan sangat memberatkan UMKM seperti kami,” tuturnya.
Hal serupa juga dialami produsen aneka keripik di wilayah Tingkir. Pemilik usaha, Nurul Istiqomah, menyebut harga plastik kemasan kiloan yang biasa digunakan naik dari Rp34.000 menjadi Rp50.000.
Tak hanya itu, sejumlah bahan baku lain seperti minyak goreng, ubi jalar, hingga gula merah juga mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.
“Keuntungan jelas menurun. Sekitar 20 persen dibanding sebelum kenaikan harga plastik. Kenaikan ini sudah terasa sejak sebelum Lebaran,” ungkapnya.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Nurul terpaksa menaikkan harga jual produknya sekitar Rp1.000 per bungkus. Langkah ini diambil agar usaha tetap berjalan di tengah tekanan biaya produksi.
Ia berharap harga bahan baku dan kemasan dapat segera kembali stabil, sehingga pelaku UMKM tidak terus terbebani di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Kenaikan harga bahan baku dan kemasan ini menjadi tantangan serius bagi pelaku UMKM di daerah. “Jika kondisi tidak segera membaik, dikhawatirkan akan semakin banyak usaha kecil yang mengalami penurunan omzet bahkan kesulitan bertahan,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Angga Rosa
Editor : Fian































