Batang (lingkarjateng.id) – Kepolisian Resort Batang menyatakan komitmen penuh menjaga kekhusyukan masyarakat saat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan 1447 H. Dipastikan juga di Kabupaten Batang bakal lebih tenang tanpa petasan dan aksi perang sarung.
Kapolres Batang, AKBP Veronica menegaskan bahwa Ramadan bukan ruang untuk euforia yang membahayakan, melainkan momentum memperbanyak ibadah dan menjaga ketertiban bersama.
“Petasan itu dilarang selama bulan suci Ramadan. Kami akan aktif patroli intensif serta penindakan tegas bagi pelanggar. Kami tidak akan mentoleransi penjualan maupun penyalaannya,” kata AKBP Veronica, Kamis (19/2/2026).
Menurutnya, setiap tahun petasan kerap memicu gangguan kamtibmas, mulai dari kebisingan saat tarawih dan sahur, hingga risiko luka bakar dan kebakaran. Selain itu, tren perang sarung dan tawuran remaja yang marak menjelang dini hari juga menjadi perhatian serius aparat.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, jajaran kepolisian akan menggencarkan patroli pada jam-jam rawan, terutama selepas salat tarawih hingga menjelang sahur.
Permukiman padat penduduk, pusat keramaian, serta lokasi yang dicurigai menjadi titik distribusi petasan masuk dalam prioritas pengawasan. Tak hanya penindakan, pendekatan preventif juga dikedepankan.
Polisi menggandeng tokoh masyarakat, pengurus masjid, hingga pihak sekolah untuk menyosialisasikan bahaya petasan dan dampak hukum yang mengintai pelanggar.
AKBP Veronica menekankan pentingnya peran keluarga dalam pengawasan. Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, mayoritas pengguna petasan dan pelaku perang sarung berasal dari kalangan remaja.
“Peran orangtua sangat penting. Awasi anak-anak agar tidak terlibat aktivitas yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” ujarnya.
Dia juga mengajak masyarakat untuk aktif melapor jika menemukan peredaran petasan atau potensi gangguan keamanan di lingkungannya. Setiap laporan, kata dia, akan segera ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan.
Selain petasan dan perang sarung, kepolisian turut mengingatkan masyarakat untuk menjauhi minuman keras, perjudian, narkoba, serta aksi premanisme yang dapat mencederai suasana Ramadan.
Dengan sinergi antara aparat dan warga, Polres Batang menargetkan seluruh rangkaian ibadah Ramadan tahun ini berjalan aman dan kondusif.
“Kami ingin Ramadan di Batang berlangsung damai, sejuk, dan penuh berkah. Mari bersama menjaga ketertiban agar ibadah bisa dijalankan dengan khusyuk,” tutupnya. ***
Jurnalis : Arfian
Editor : Fian





























