SALATIGA, Lingkarjateng.id – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025 Pemerintah Kota Salatiga.
Perwakilan BPK Jateng, Sugeng Sudiantoro, menjelaskan bahwa pemeriksaan interim akan berlangsung selama 20 hari dan dilaksanakan serentak di 36 pemerintah daerah di Provinsi Jawa Tengah.
“Pemeriksaan ini merupakan bagian dari rangkaian general audit atas LKPD Tahun Anggaran 2025 untuk memberikan opini sesuai Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN),” katanya pada Rabu, 18 Februari 2026.
Sugeng menjelaskan bahwa pada tahap interim, pengujian substantif dilakukan secara terbatas dengan fokus pada sektor pendapatan.
“Khususnya pendapatan asli daerah (PAD) serta belanja barang dan jasa, belanja modal, belanja pegawai, penatausahaan aset tetap, hingga posisi kas daerah,” terangnya.
Sementara itu, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan menyampaikan bahwa pemeriksaan keuangan daerah oleh BPK bukan formalitas untuk mendapatkan predikat opini wajar tanpa pengecualian (WTP), tetapi memiliki makna yang jauh lebih strategis.
“Audit bukan sekadar formalitas. Opini WTP itu penting, tetapi yang lebih utama adalah memastikan seluruh program dan kegiatan benar-benar berjalan sesuai perencanaan dan memberi manfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Robby mengatakan bahwa pemeriksaan harus dimaknai sebagai ruang evaluasi dan koreksi bersama, tidak boleh ada data yang ditutup-tutupi. Transparansi menjadi fondasi utama dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat dan berintegritas.
Pihaknya pun menginstruksikan seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) untuk kooperatif, responsif, dan tepat waktu dalam menyampaikan dokumen yang dibutuhkan. Ia mengingatkan bahwa kelancaran proses audit sangat bergantung pada kesiapan dan disiplin administrasi setiap perangkat daerah.
“Bangun komunikasi yang baik dengan tim pemeriksa. Jangan defensif. Jadikan ini kesempatan memperbaiki sistem,” ujarnya.
Dengan dimulainya tahapan ini, Pemerintah Kota Salatiga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga konsistensi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Targetnya bukan hanya mempertahankan predikat, tetapi membangun sistem yang semakin tertib, disiplin, dan berkelanjutan.
Ia menyampaikan bahwa audit bukanlah akhir dari proses, melainkan bagian dari perjalanan panjang memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan keuangan daerah.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa






























