Grobogan (lingkarjateng.id) – Rencana pemasangan jembatan Armco atau pipa baja bergelombang di titik jebol tanggul Desa Tinanding, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, resmi dibatalkan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memutuskan langsung membangun jalan permanen di jalur utama penghubung Semarang–Purwodadi yang sebelumnya putus total diterjang luapan Sungai Tuntang.
Keputusan tersebut diambil saat rapat antara Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (PUSDATARU) Jawa Tengah bersama Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana.
Kepala Dinas PUSDATARU Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menegaskan opsi permanen dinilai lebih efektif dan efisien. Total kebutuhan anggaran perbaikan diperkirakan mencapai Rp 1,4 miliar.
“Dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan cor beton pada ruas jalan yang terangkat dan hanyut akibat terjangan banjir,” kata Henggar, Kamis (19/2).
Menurut Henggar, kerusakan cukup signifikan. “Masih dihitung angka pastinya, informasinya tiga segmen kanan kiri terangkat dan hanyut dan dua segmen bergeser, dengan panjang sekitar 30 meter,” urainya.
Pertimbangan Efisiensi dan Percepatan
Awalnya, Pemprov menyiapkan 20 pasang rangka jembatan Armco yang didatangkan dari BBWS Pemali Juana untuk dua titik jebolan tanggul di Desa Tinanding. Jembatan darurat itu dirancang sebagai solusi cepat agar kendaraan berat tetap bisa melintas.
Namun, perkembangan di lapangan berubah. Penutupan tanggul bisa dilakukan lebih cepat dari perkiraan awal. Selain itu, penggunaan Armco dinilai justru berpotensi menambah beban anggaran karena membutuhkan material urugan dalam jumlah besar.
“Jumat besok, tanggul dijanjikan selesai seratus persen. Alat berat juga sudah dikerahkan untuk membersihkan lumpur yang menggenangi akses jalan,” tegas Henggar.
PUSDATARU juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan pergeseran anggaran dari skema pemasangan Armco ke pembangunan cor beton permanen.
Dikejar Target Mudik
Keputusan ini sekaligus menjawab instruksi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi yang sebelumnya meninjau lokasi pada 17 Februari 2026. Saat itu, ia meminta percepatan pemulihan jalur vital maksimal dalam waktu satu pekan, mengingat fungsinya sebagai jalur distribusi logistik dan akses utama arus mudik Lebaran.
Dengan opsi permanen, pemerintah berharap jalur utama Semarang–Purwodadi tidak hanya kembali fungsional dalam waktu cepat, tetapi juga lebih kuat menghadapi potensi banjir susulan.
Pembatalan Armco menjadi sinyal bahwa pemerintah memilih solusi jangka panjang dibanding tambal sulam darurat. Tantangannya kini tinggal satu yakni memastikan pengerjaan benar-benar tuntas sebelum arus mudik dimulai sebab menjadi jalur vital. ***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian






























