Blora (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Blora bakal menggelar kegiatan Bazar Ramadan selama dua pekan penuh seperti tahun sebelumnya. Di tahun ini tetap digelar meski ditengah efisiensi keterbatasan anggaran.
Ketua Dekranasda Blora, Ainia Shalichah, mengatakan di tengah-tengah efisiensi itu bazar Ramadan tetap ada dengan dukungan kolaborasi CSR. Untuk pelaksanaan menyesuaikan tanggal masuk dan tanggal berakhir sekolah di Bulan Ramadan.
“Karena berkaitan dengan pengisian acara yang tampil murid-muria sekolah. Karena efisiensi, penampilan dari OPD ditiadakan,” ujar Ainia, Kamis (19/02/2026).
Istri Bupati Blora Arief Rohman itu menyampaikan, kurang lebih ada 40 sampai 50 stand yang akan menjual berbagai produk. Ada dari UMKM, komunitas, pemula dan milenial.
“Untuk pelaksanaan tidak lagi satu bulan penuh, mengingat efisiensi dan pengisi tampilan mengikuti jadwal anak-anak sekolah. Mengingat 2 minggu terakhir Ramadan itu orientasi pembelian masyarakat berbeda dari masakan jadi baju atau kue lebaran,” jelasnya.
Pihaknya berharap, setiap ada gebyar Ramadan itu menjadi satu sentra perputaran ekonomi penjual ke pembeli saat Ramadan. Kedepan akan terus melibatkan semua produk baik makanan, kuliner, baju lebaran, dan kue-kue khas lebaran.
“Kami berupaya agar kedepannya gebyar Ramadan bisa diadakan di wilayah masing-masing kecamatan,” ungkapnya.
Plt Kepala Bidang Perdagangan, DindagkopUKM Blora, Indah Yuniatik mengatakan, pelaksanaan bazar Ramadan untuk 2026 lebih beda dengan tahun sebelumnya. Pasalnya, ada keterbatasan pelaksanaan bazar yang semula satu bulan penuh menjadi dua minggu.
“Keterbatasan anggaran dan efisiensi ini yang menjadikan pelaksanaan bazar hanya sebentar. Untuk mulai pelaksanaan saat menjelang buka puasa tidak sampai malam,” ucapnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























