SEMARANG, Lingkarjateng.id – Cuaca ekstrem berupa hujan disertai angin kencang yang melanda Kota Semarang pada Rabu, 18 Februari 2026, menyebabkan sejumlah kerusakan dan pohon tumbang yang menelan korban jiwa di Jalan Bendungan Raya, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, mengatakan hujan deras berlangsung sekitar 40 menit dengan intensitas angin yang cukup kencang. Dampak yang ditimbulkan memang cukup besar, terutama pohon-pohon tumbang dan beberapa rumah yang atapnya roboh.
BPBD Kota Semarang mencatat total 88 kejadian sepanjang hari ini. Rinciannya, tiga kejadian tanah longsor, 31 atap rumah dan satu reklame roboh, dan 53 pohon tumbang yang tersebar di sejumlah wilayah.
Beberapa pohon yang tumbang menimpa fasilitas umum dan bangunan. Bahkan, sebuah gedung MBG di Mangkang Kulon mengalami kerusakan pada atapnya akibat terpaan angin.
Namun, kejadian paling memprihatinkan terjadi di Jalan Bendungan Raya, Kelurahan Barusari, Kecamatan Semarang Selatan, ketika seorang pengendara tertimpa pohon tumbang.
“Ada seorang ibu-ibu yang melintas mengendarai motor tertimpa pohon hingga meninggal dunia. Ini cukup besar dampaknya,” kata Endro.
Evakuasi dan penanganan dilakukan bersama Disperkim dan warga setempat. Warga dan petugas meminggirkan pohon tumbang dan menunggu tim medis untuk mengevakuasi korban.
Kerusakan lain yang terjadi melibatkan jaringan listrik. BPBD Kota Semarang berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan pasokan listrik tetap aman dan gangguan bisa ditangani secepatnya.
Mengenai kerugian material akibat rentetan kejadian akibat hujan dan angin kencang, Endro belum bisa merinci karena masih menunggu asesmen lebih lanjut.
“Kerugian secara terperinci belum bisa disampaikan karena perlu pendataan lebih lanjut, termasuk koordinasi dengan pemangku wilayah setempat,” ujarnya.
Pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem. Endro menekankan agar warga berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah karena hujan dan angin kencang bisa datang secara tiba-tiba.
Fenomena ini juga sesuai catatan BMKG yang menyebutkan puncak musim hujan akan terjadi hingga akhir Februari.
“Tentunya koordinasi dengan semua pihak akan terus dilakukan untuk meminimalkan risiko dan memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























