Pekalongan (lingkarjateng.id) – Jumlah pengungsi banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan kembali mengalami penurunan. Berdasarkan data terbaru, total pengungsi tercatat sebanyak 216 jiwa yang masih bertahan di enam lokasi pengungsian.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pekalongan, Agus Pranoto, menyampaikan bahwa pembaruan data tersebut dihimpun pada Rabu, 18 Februari 2026, pukul 18.00 WIB, menjelang awal Bulan Ramadan oleh pemerintah yang dimulai pada Kamis, 19 Februari 2026.
“Update terakhir, jumlah pengungsi tinggal 216 orang yang tersebar di enam titik pengungsian,” kata Agus, Rabu malam.
Rincian sebaran pengungsi meliputi SDN Karangjompo dengan jumlah 33 jiwa, Kecamatan Siwalan 12 jiwa, TPQ Nurul Islam Mulyorejo 40 jiwa, Mushola Amman Rowoyoso 74 jiwa, Mushola Baitul Muttaqin Wira Baru 3 sebanyak 25 jiwa, serta TK Bakti Pertiwi Pesanggrahan sebanyak 32 jiwa.
Dari total pengungsi tersebut, tercatat 81 jiwa berjenis kelamin laki-laki dan 135 jiwa perempuan.
Agus menjelaskan, meskipun jumlah pengungsi terus berkurang seiring surutnya genangan di sejumlah wilayah, layanan dasar bagi warga terdampak tetap disiagakan.
Dapur umum masih beroperasi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para pengungsi hingga akhir masa tanggap darurat bencana.
“Dapur umum tetap kita operasikan sampai masa tanggap darurat berakhir pada 23 Februari 2026,” ujarnya.
Selain itu, upaya penanganan teknis juga masih dilakukan dengan mengoperasikan pompa-pompa air di titik-titik yang dinilai masih membutuhkan penanganan agar genangan tidak terus menggenang.
“Situasi banjir ini terus kami pantau secara berkala oleh BPBD bersama instansi terkait untuk memastikan keadaan kembali kondusif,” jelas Agus.
Pihaknya berharap, masyarakat yang sudah kembali ke rumah masing-masing dapat menyambut bulan suci Ramadan dalam kondisi yang lebih baik.
“Kami berharap warga yang sudah pulang ke rumah bisa menjalani Ramadan dengan aman, nyaman, dan kondisi lingkungan yang semakin membaik,” pungkasnya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian






























