DEMAK, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, serta jajaran terkait meninjau langsung tanggul jebol di Sungai Cabean di wilayah Kecamatan Karangawen dan Sungai Tuntang di wilayah Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak.
Diketahui bahwa, jebolnya tanggul tersebut disebabkan oleh tingginya curah hujan tinggi sehingga menyebabkan peningkatan debit air dan tanggul tidak mampu menahan debit air yang terus mengalami peningkatan.
Akibat jebolnya tanggul tersebut, ratusan kepala keluarga (KK) di kedua wilayah tersebut terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter. Selain merendam permukiman warga, banjir juga menggenangi ratusan hektare lahan pertanian.
Terdapat tiga titik tanggul yang jebol. Satu titik berada di Sungai Cabean, tepatnya di Dukuh Singopadu, Desa Sidorejo, Kecamatan Karangawen. Dua titik lainnya berada di Sungai Tuntang, masing-masing di Dukuh Dempel, Desa Pilangwetan, serta Dukuh Wareng, Desa Kebonagung, Kecamatan Kebonagung.
Dalam kunjungan ini, Ahmad Luthfi menyampaikan bahwa akan mengusulkan normalisasi Sungai Tuntang karena tingginya sedimentasi yang memperparah risiko banjir.
Menurutnya, kewenangan normalisasi berada di pemerintah pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Saya akan mengusulkan ke kementerian karena itu kewenangan BBWS. Minimal kita lakukan normalisasi seperti di Sungai Wulan yang hampir 45 kilometer. Ini akan segera saya sampaikan ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka pendek, Luthfi telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Jawa Tengah dan instansi terkait agar segera memperbaiki jalur provinsi yang terputus akibat banjir di wilayah Kebonagung.
“Ini jalan provinsi. Sudah saya sampaikan kepada Dinas PU, dalam tiga hari harus sudah dibuat akses jalan. Jika diperlukan, kita bangun jembatan sementara bekerja sama dengan Kodam dan Kodim berupa jembatan apung,” jelasnya.
Ia menambahkan, perbaikan darurat ditargetkan dapat difungsikan dalam waktu tiga hingga tujuh hari.
Sementara itu, Bupati Demak, Eisti’anah, menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan BBWS guna mempercepat perbaikan tanggul yang mengalami jebol.
“Kami bekerja sama dengan BBWS serta melibatkan TNI, Polri, BPBD, dan relawan agar penanganan tanggul jebol segera dilakukan dan dampaknya tidak semakin meluas,” ujarnya.
Di sisi lain, Kapolres Demak, Arrizal Samelino Gandasaputra, memastikan jajarannya bergerak cepat membantu warga terdampak. Pasukan Siaga Bhayangkara Polres Demak diterjunkan untuk melakukan evakuasi, khususnya bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak, serta membantu pengamanan lingkungan.
“Kami telah menerjunkan Pasukan Siaga Bhayangkara untuk membantu evakuasi warga dan memastikan situasi tetap aman serta kondusif. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Selain merendam permukiman, jebolnya tanggul Sungai Tuntang juga menyebabkan jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang terputus sepanjang kurang lebih 25 meter. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif.
Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI, bersama masyarakat turut melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup badan jalan guna mempercepat pemulihan akses transportasi.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengingat debit air tahun ini tercatat lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sehingga meningkatkan tekanan pada tanggul dan risiko banjir susulan.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid





























