PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Dugaan keterlibatan oknum anggota DPR RI dalam aksi teror penembakan terhadap Amat Muzhakin alias Boim di Kabupaten Pekalongan mencuat. Korban secara terbuka menyampaikan keyakinannya tersebut saat diwawancarai salah satu stasiun televisi nasional pada Senin malam, 16 Februari 2026.
Amat Muzhakin mengungkapkan, teror penembakan yang dialaminya diduga berkaitan erat dengan kasus penculikan pedagang martabak yang tengah ia kawal. Dalam kasus itu, ia menyebut terdapat indikasi kuat keterlibatan oknum anggota DPR RI sebagai dalang.
“Keyakinan saya besar, penembakan ini ada hubungannya dengan kasus penculikan yang saya dampingi,” ujar Boim.
Ia menjelaskan, selama mengawal kasus tersebut, dirinya dianggap ingin melakukan pemerasan agar perkara berhenti. Menurutnya, tuduhan itu tidak berdasar.
“Karena saya dianggap mau memeras. Ya, dalam arti supaya peristiwa ini mandek, berhenti, terus saya minta sebuah nominal. Dianggapnya begitu.” kata Boim.
Aksi teror penembakan sendiri terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026, sekitar pukul 21.10 WIB di kediaman korban di wilayah Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Diketahui, Boim merupakan suami dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah.
Pasca-kejadian, aparat kepolisian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Boim menyebut olah TKP dilakukan intensif sejak setengah jam setelah peristiwa hingga dini hari, dengan pengawalan langsung dari Kapolres.
“Didampingi langsung Kapolres. Itu datang jam 10 malam, sampai pulang itu jam 4 pagi.” ujarnya.
Terkait perkembangan penanganan perkara penculikan yang ia dampingi, Boim menyebut kasus tersebut kini ditangani oleh Polda Jawa Tengah. Ia mengklaim memiliki petunjuk bukti serta keterangan langsung dari korban penculikan yang mengarah pada dugaan keterlibatan oknum DPR RI.
Untuk menjamin keamanan, kepolisian kini menempatkan personel berjaga di rumah korban selama 24 jam.
“Saya terima kasih, saya ucapkan ke beliau, responsnya saya terkesan. Terus juga dalam hal olah TKP-nya, pemeriksaannya begitu sigap cepat,” pungkas Boim.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid



























