PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Polres Pekalongan menempatkan personel berjaga selama 24 jam di rumah milik Amat Muzakhim alias Boim, korban sekaligus suami anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nur Fatwah.
Penjagaan penuh tersebut guna menjamin keselamatan korban sekaligus mencegah potensi gangguan lanjutan, sembari mengintensifkan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.
Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf menyatakan, langkah penjagaan ketat dilakukan sebagai bentuk perlindungan maksimal kepada korban serta untuk meredam keresahan masyarakat pasca peristiwa penembakan yang terjadi pada Sabtu, malam, 14 Februari 2026.
Di sisi penegakan hukum, penyidik bergerak cepat dengan memeriksa para saksi yang berada di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Pemeriksaan dilakukan secara marathon untuk menggali keterangan yang saling menguatkan dan mempersempit dugaan pelaku.
Selain saksi, polisi juga mengamankan dan menganalisa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Dari hasil pengamatan awal, penyidik mendeteksi keberadaan satu orang terduga pelaku yang terekam berada di sekitar TKP. Identitas dan perannya kini masih dalam pendalaman.
“Penyelidikan kami lakukan secara profesional dan transparan dengan melibatkan tim yang berkompeten,” kata AKBP Rachmad saat menyampaikan perkembangan kasus di Mapolres Pekalongan, Senin, 16 Februari 2026.
Teror Penembakan di Pekalongan Incar Keluarga Anggota DPRD Provinsi Jateng
Terkait barang bukti, polisi menemukan proyektil di garasi rumah korban. Proyektil tersebut diketahui berbahan timah sehingga membutuhkan analisis khusus untuk memastikan jenis senjata api yang digunakan. Proses pemeriksaan dilakukan oleh Bidang Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.
Hingga kini, hasil uji forensik masih ditunggu untuk memperkuat konstruksi perkara. Polisi memastikan setiap tahapan penyelidikan dilakukan secara cermat agar pengungkapan kasus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.
Kapolres Pekalongan menegaskan, selain fokus pada pengungkapan pelaku, kepolisian juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum jelas kebenarannya.
“Kami sudah menempatkan personel untuk penjagaan dan berharap masyarakat tetap tenang. Kami bekerja maksimal untuk segera mengungkap pelaku teror penembakan ini,” tegas AKBP Rachmad.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar S




























