Demak (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Dinputaru) terus menggencarkan pembersihan saluran drainase yang tersumbat di sejumlah titik wilayah Kota Demak.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan banjir sekaligus menjaga kualitas lingkungan perkotaan. Kegiatan pembersihan drainase itu juga dilakukan di tahun-tahun sebelumnya dan berlangsung hingga saat ini.
“Program ini sudah berjalan sejak tahun kemarin hingga kini masih kami lanjutkan. Kami menyisir saluran-saluran yang sedimentasinya cukup parah dan tersumbat sampah,” kata Kabid Cipta Karya Dinputaru Demak, Andi Erwin Prasetyo, melalui pendamping lapangan Fahmi Lintang Panungkas ditemui disela-sela kegiatan pembersihan, Jumat (13/2/26).
Fahmi mengatakan saat ini pembersihan difokuskan di kawasan Demak Kota. Pembersihan meliputi pengangkatan endapan lumpur, sedimentasi, serta sampah rumah tangga yang menghambat aliran air.
Adapun pengerjaan saat ini difokuskan di sepanjang Jalan Sultan Fatah, mulai dari depan SMP Negeri 1 Demak hingga kawasan Terminal Demak. “Pengerjaan dimulai Jalan Sultan Fatah depan SMP 1 sampai Terminal. Kemungkinan ada banyak titik titik lain yang bisa kita jangkau,” ujarnya.
Pembersihan ini secara manual oleh petugas. Endapan lumpur di dasar saluran diambil menggunakan ember, lalu diangkat ke permukaan secara bertahap. Lumpur dan sampah itu kemudian diangkut dengan mobil operasional untuk dibuang ke lokasi penampungan yang telah ditentukan.
“Metode manual ini dipilih karena dinilai lebih efektif menjangkau saluran-saluran sempit dan titik-titik yang sulit diakses alat berat,” jelas Fahmi.
Selain pembersihan rutin, lanjut Fahmi, Dinputaru juga melakukan pemetaan terhadap titik-titik saluran yang kurang berfungsi secara maksimal. Upaya ini diharapkan bisa mengembalikan fungsi drainase seperti semula. Sehingga aliran air mengalir lancar hingga ke sipon Katonsari.
“Rencana langkah berikutnya, seluruh saluran akan kami kembalikan ke kondisi optimal. Harapannya, air bisa mengalir lancar sampai ke sipon Katonsari tanpa hambatan,” terangnya.
Menurut Fahmi, persoalan drainase bukan semata tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan ke saluran air, sebab bisa terjadi penyebab penyumbatan.
Selain meminimalisir terjadinya banjir, saluran dan lingkungan yang bersih juga dapat menekan risiko munculnya berbagai penyakit, seperti demam berdarah dengue (DBD) yang kerap meningkat saat musim penghujan.
“Kesadaran bersama sangat penting. Kami berharap warga ikut menjaga lingkungan sekitar, tidak membuang sampah sembarangan, sehingga saluran tetap bersih dan tidak menjadi sarang penyakit,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Burhan
Editor : Fian































