KENDAL, Lingkarjateng.id – Camat Patean, Muh Syamsudluha Tantomi, turut hadir dalam kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal, Jumat, 13 Februari 2026.
Menurutnya, kegiatan Bersatu Siaga menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Dalam kegiatan Bersatu Siaga, masyarakat juga diberikan ruang untuk menyampaikan aspirasinya secara langsung.
“Kegiatan ini menjadi sarana bagi masyarakat untuk bisa secara langsung menyampaikan aspirasinya sekaligus memperoleh tanggapan dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi,” ujar Camat Patean.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat berdialog langsung dengan Bupati Kendal beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Camat Patean menilai kehadiran para pemangku kebijakan dapat memberikan dampak positif karena warga merasa lebih diperhatikan dan didengarkan.
“Terima kasih kepada Ibu Bupati dan jajaran pimpinan OPD yang telah meluangkan waktu, pikiran, tenaga, untuk mendengarkan aspirasi dari masyarakat terutama di Desa Gedong ini,” katanya.
Dia berharap aspirasi yang telah disampaikan dapat segera ditindaklanjuti dan direalisasikan sesuai kebutuhan di lapangan.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menyebutkan bahwa Bersatu Siaga merupakan kesempatan untuk saling menyapa, mendengar, dan merasakan semangat gotong royong warga.
“Kehadiran bapak-Ibu sekalian membuktikan bahwa Desa Gedong memiliki energi kebersamaan yang luar biasa,” kata Bupati Kendal yang akrab disapa Tika.
Tika meminta dukungan dari masyarakat Gedong untuk selalu bersinergi bersama Pemkab Kendal dan segenap stakeholder dalam membangun Kabupaten Kendal yang beribadat, berdikari dan semakin sejahtera.
Kegiatan Bersatu Siaga di Desa Gedong merupakan salah satu rangkaian kegiatan TMMD Reguler ke-127. Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, PKK dan lainnya.
Pada kesempatan tersebut, salah satu persoalan yang disampaikan oleh warga bernama Puryatun yang mengeluhkan terkait penonaktifan BPJS Kesehatan yang dibiayai pemerintah.
“BPJS dari pemerintah itu sangat membantu warga seperti kami. Tapi sekarang ada penonaktifan, bagaimana cara mengaktifkan kembali,” ujarnya.
Persoalan lainnya, seperti keinginan warga terkait bantuan pembuatan sumur resapan, permohonan bantuan budidaya lele dan lain sebagainya. Aspirasi dan masukan dari beberapa warga tersebut langsung ditanggapi Bupati Kendal bersama OPD terkait. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid































