KENDAL, Lingkarjateng.id – Sejak dibuka oleh Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari pada Selasa, 10 Februari 2026, pengecoran jalan rabat beton program TMMD di Desa Gedong, Kecamatan Patean telah dilaksanakan secara gotong royong bersama TNI dan warga setempat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Kendal, Yanuar Fatoni menyampaikan pengecoran jalan dengan panjang 1.100 meter, lebar 3 meter dengan ketebalan 12 sentimeter itu diharapkan mampu meningkatkan akses infrastruktur jalan pertanian, peternakan, pariwisata perekonomian hingga pendidikan.
“Karena akses jalan ini dapat menghubungkan jalan antar dusun antar desa, kemudian juga membuka akses menuju lokasi wisata air terjun Curugsewu, dan memudahkan akses menuju tempat pendidikan yaitu SMPN 2 Patean,” ungkap Yanuar, Kamis 12 Februari 2026.
Yanuar mengajak seluruh warga untuk sengkuyung bergotong royong melaksanakan pekerjaan fisik TMMD agar pengecoran jalan dapat selesai tepat waktu dan dengan kualitas yang baik.
“Harapannya dengan akses jalan yang dibangun ini dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi seluruh warga, sehingga aktivitas mereka menjadi lancar, perekonomian meningkat dan warga semakin sejahtera,” harapnya.
Komandan Peleton TMMD, Lettu Arhanud Ginanjar menyatakan, TNI bersama warga terus bahu membahu bergotong royong melaksanakan pengecoran jalan di Desa Gedong. Menurutnya saat ini pekerjaan pengecoran sudah mencapai 10 persen.
“Pengecoran baru dilaksanakan tiga hari sejak pembukaan TMMD. Kalau kendala saat ini hanya cuaca,” ungkapnya.
Semangat gotong royong terpancar jelas di lokasi pengecoran jalan TMMD yang dijadwalkan berlangsung selama 30 hari hingga 11 Maret 2026 mendatang.
Kepala Dusun Kreyo, Desa Gedong, Siswandi mangaku sangat bersyukur dan memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran TNI dan Pemkab Kendal yang bersinergi melaksanakan TMMD di Desa Gedong.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya bapak-bapak TNI yang masuk ke desa kami lewat program TMMD ini. Jalan yang tadinya sulit dilewati, sekarang mulai dibangun beton jadi bagus. Kami jadi lebih semangat bekerja karena akses jalan sudah lancar,” kata Siswadi.
Sebelumnya, Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari menegaskan bahwa program TMMD bukan sekedar tentang pembangunan fisik jalan atau jembatan, melainkan tentang menghidupkan kembali jiwa gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.
“Program TMMD juga menjadi upaya pemerataan pembangunan di wilayah Kabupaten Kendal. Saya percaya, kekuatan sejati bangsa ini lahir dari keikhlasan rakyatnya bergotong royong. TMMD bukan sekadar program pembangunan, melainkan wujud cinta dan sinergi antara rakyat dan TNI,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S































