PATI, Lingkarjateng.id – Usai perbaikan jalan Pati-Tanjang oleh warga Desa Blaru viral, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati bergerak cepat melakukan penambalan pada lubang jalan, Kamis, 12 Februari 2026.
Kabid Bina Marga, Hasto Utomo menyampaikan, ruas jalan tersebut merupakan tanggung jawab Pemkab dan bukan Pemprov Jateng.
“Itu dulunya jalan provinsi masuknya Pati-Kayen. Kemudian pada 2024 kami diinformasikan PU provinsi mau diserahkan mau jadi aset daerah. Akhirnya kami tindaklanjuti di tahun 2025, kami tambal dengan alokasi pemeliharaan yang terbatas,” ungkapnya.
Geram Jalan Pati-Tanjang Rusak dan Makan Korban, Warga Turun Tangan Perbaiki
Menanggapi aksi dari warga Desa Blaru yang melakukan perbaikan secara swadaya, pada Rabu, 11 Februari 2026, Hasto mengaku DPUTR sempat akan melakukan penambalan sementara. Hanya saja dikarenakan cuaca buruk, DPUTR terlanjur kalah cepat dengan warga.
“Mengingat pelaksanaan dilakukan bergilir dan cuaca yang kurang mendukung, baru hari ini dilakukan pengurukan dan ditutup aspal hotmix agar awet. Sambil menunggu penanganan permanen lewat inpres,” imbuhnya.
Selain itu, kata dia, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 terdampak pemotongan transfer ke daerah (TKD). Sehingga Plt Bupati Chandra kemudian mengusulkan perbaikan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Daftar Titik Prioritas Perbaikan Jalan di Pati, Total 80 Ruas Digarap Tahun Ini
Oleh karena itu, pihaknya berharap perbaikan jalan Pati-Tanjang mulai dari Perempatan Kalianyar (selatan Luwes) sampai Simpang Lingkar Tanjang bakal dikerjakan tahun ini.
“Kemudian di tahun 2026 ini karena banyak kerusakan kami usulkan inpres jalan daerah dengan nominal Rp11 miliar. Masuknya menjadi Jalan Mr.Iskandar mulai dari perempatan Kalianyar sampai jalan lingkar. Karena kemarin ada kerusakan, kita sebenarnya sudah mengagendakan perbaikan,” tandasnya.
Jurnalis: Lingkar Jateng Group Network
Editor: Sekar S































