KENDAL, Lingkarjateng.id – Masih dalam rangkaian kegiatan TMMD Reguler ke-127, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Kendal mengadakan kegiatan jemput bola perekaman KTP-el yang menyasar kepada para santri di Ponpes Darul Arqom Patean.
Kegiatan yang dikemas dalam program Lastri (Layanan Adminduk para Santri) ini dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Arqom Patean, Rabu 11 Februari 2026.
Kepala Dispendukcapil, Ratna Mustikaningsih mengatakan layanan Lastri ini dilaksanakan untuk memastikan semua santri dan ustadz di Ponpes Darul Arqom memiliki dokumen adminduk serta mengurus Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Kegiatan ini bentuk kolaborasi antara TNI (Kodim) dan Pemerintah Daerah melalui Dispendukcapil untuk mempercepat sasaran non-fisik dalam TMMD Reguler. Selain itu program jemput bola untuk mempermudah perekaman KTP-el, dan kita juga edukasi KTP digital baik untuk santri maupun ustadznya,” ujar Ratna Mustikaningsih
Ia berharap adanya program Lastri yang menyasar ke Ponpes Darul Arqom dapat dimanfaatkan dan semua santri yang sudah berusia 16 tahun dapat melakukan perekaman KTP-el.
“Yang sudah berusia 17 tahun kita cetakkan. Disamping itu mereka kita edukasi manfaat KTP-el, termasuk perlunya menjaga data pribadi karena ini sangat penting. Jangan sampai disalahgunakan oleh orang yang tidak bertanggung jawab hanya karena ketidaktahuan,” tegasnya.
Ratna juga menambahkan bahwa Dispendukcapil akan memfasilitasi dan membantu perekaman data para santri yang alamatnya di luar Kabupaten Kendal.
“Kita bantu rekam, data mereka akan langsung masuk di masing-masing domisili santri,” tambahnya.

Sementara salah seorang tenaga pendidik di Ponpes Darul Arqom, Suyono menyampaikan ada sebanyak 26 santri terdiri dari 22 santri putra dan 4 santri putri yang melakukan perekaman KTP-el dalam program jemput bola yang dilaksanakan Dispendukcapil tersebut.
Menurutnya, layanan jemput bola Lastri ini sangat memudahkan para santri yang notabene memiliki waktu luang yang terbatas sehingga tidak sempat mengurus data kependudukan mereka.
“Kegiatan ini sudah dua kali disini. Kita sangat terbantu karena anak-anak yang sudah saatnya mendapatkan KTP tidak harus bersusah payah izin pulang. Karena sekolah kami boarding class sehingga KTP bisa didapatkan oleh santri tanpa pulang ke rumah,” ungkapnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar S
































