SALATIGA, Lingkarjateng.id – Menjelang Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, umat Konghucu di Klenteng Hok Tek Bio, Kota Salatiga, melakukan ritual pembersihan patung dewa atau rupang di klenteng tersebut, Rabu, 11 Februari 2026. Pembersihan menggunakan air khusus, yakni air hujan yang ditampung langsung dari langit tanpa penghalang.
Sejumlah umat tampak telaten membersihkan rupang satu per satu menggunakan kain halus. Tak hanya patung dewa, perlengkapan altar, tempat abu sembahyang, hingga ornamen dinding juga ikut dibersihkan sebagai bagian dari persiapan menyambut tahun baru.
Ketua Pembina Klenteng Hok Tek Bio, Budi Setiyono, menjelaskan air hujan dipilih karena memiliki makna kesucian dalam tradisi yang dijalankan turun-temurun.
“Air yang digunakan bukan dari sumber atau sumur, tetapi betul-betul dari hujan. Kami menampungnya di drum kecil di depan kelenteng. Jadi airnya benar-benar dari langit,” katanya.
Menurutnya, pembersihan tidak boleh dilakukan sembarang waktu. Dalam keyakinan umat Konghucu, sepekan sebelum Imlek para dewa-dewi diyakini sedang naik ke surga untuk menghadap Tuhan dan mengikuti perjamuan suci. Pada masa itulah rupang diperbolehkan dipindahkan dari altar.
“Setelah roh sucinya naik ke surga, kita anggap yang ada tinggal rupangnya. Maka baru berani kita keluarkan untuk dibersihkan. Kalau hari biasa tidak boleh dipegang atau dipindahkan,” jelasnya.
Selain menggunakan air hujan, cairan pembersih juga dicampur dengan teh. Cara ini dipercaya dapat membantu menjaga warna rupang agar tidak berubah, sekaligus mengikuti ajaran para leluhur.
Ritual pembersihan dilakukan dengan penuh kehati-hatian tanpa teknik khusus. Itu bentuk rasa hormat kepada para dewa.
“Total ada sekitar 30 rupang yang dibersihkan. Terdiri dari 13 dewa-dewi beserta para asistennya,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, pembersihan ini menjadi bagian penting dari rangkaian menyambut Imlek. Umat meyakini roh suci para dewa-dewi akan kembali turun ke bumi pada hari keempat setelah Imlek dan disambut melalui upacara khusus.
“Pembersihan rupang bertujuan, saat roh suci kembali, rupang dan seluruh atributnya sudah dalam keadaan bersih,” ucapnya. Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S

































