KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Komisi E DPRD Jawa Tengah menggelar sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Kebudayaan Daerah di Desa Giling, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang, Rabu, 11 Februari 2026.
Tidak lagi sebatas forum formal, sosialisasi kali ini dikemas dengan pendekatan yang lebih membumi. Materi kebijakan disampaikan melalui pertunjukan seni tradisional dengan melibatkan anak-anak dan komunitas budaya. Ini bagian dari strategi edukasi publik sekaligus pelestarian budaya lokal.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Ida Nurul Farida, mengatakan pendekatan budaya membuat pesan regulasi lebih mudah dipahami dan diterima masyarakat lintas usia.
“Alhamdulillah hari ini kami dari DPRD Provinsi Jawa Tengah mengadakan sosialisasi Perda melalui media tradisional. Karena yang disosialisasikan Perda Pemajuan Kebudayaan, maka kami kemas dengan kegiatan seni,” ujarnya.
Beragam penampilan ditampilkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari tari-tarian anak, drumblek, drumband, hingga rebana. Keterlibatan generasi muda menjadi poin penting agar nilai budaya tidak hanya ditonton, tetapi juga dipraktikkan langsung.
Ida menjelaskan, Komisi E DPRD Jateng memiliki agenda rutin sosialisasi Perda setiap bulan. Formatnya dibuat variatif, mulai dari pagelaran seni, musik tradisional seperti keroncong, hingga pemanfaatan media digital agar jangkauan informasi semakin luas.
Pendekatan ini dinilai efektif karena sosialisasi tidak terasa kaku, melainkan hadir sebagai ruang interaksi dan hiburan edukatif.
“Kegiatan ini juga menjadi sarana nguri-uri budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Kita ingin anak-anak terus menjaga budaya kita. Budaya yang sangat banyak ini jangan sampai hilang, tapi terus lestari sampai turun-temurun,” tegas politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Ida menjelaskan, program sosialisasi berbasis budaya tersebut menyasar wilayah daerah pemilihan yang meliputi Kabupaten Semarang, Kendal, dan Kota Salatiga.
“Kami berharap model edukasi kebijakan berbasis seni tradisional ini mampu meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” ucapnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa

































