REMBANG, Lingkarjateng.id – Wakil Bupati (Wabup) Rembang, M. Hanies Cholil Barro’, secara resmi membuka kegiatan bimbingan manasik haji tingkat Kabupaten Rembang di Gedung Haji, Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti ribuan calon jemaah haji yang dijadwalkan berangkat pada musim haji tahun 2026.
Di hadapan para calon tamu Allah, Wabup yang akrab disapa Gus Hanies itu memberikan penekanan khusus pada kesiapan fisik jemaah.
Ia menegaskan, ibadah haji bukan sekadar ibadah ritual, namun juga menuntut ketahanan fisik dan kesehatan prima sejak jauh hari sebelum keberangkatan.
“Ibadah haji ini ibadah fisik. Saya minta seluruh jemaah benar-benar menjaga kesehatan sejak sekarang, agar saat di Tanah Suci bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan maksimal,” tegas Gus Hanies.
Selain kesehatan, Gus Hanies juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan terhadap seluruh arahan petugas haji, baik dari daerah maupun pusat.
Menurutnya, disiplin menjadi kunci utama kelancaran pelaksanaan ibadah haji, mengingat jumlah jemaah yang sangat besar.
“Mohon selalu mengikuti instruksi petugas. Jangan berjalan sendiri-sendiri, demi keselamatan dan kenyamanan bersama,” pesannya.
Pada kesempatan itu, Gus Hanies menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Rembang untuk memberikan dukungan penuh kepada para jemaah haji. Dukungan tersebut meliputi fasilitasi sejak proses keberangkatan hingga kepulangan jemaah kembali ke Tanah Air.
“Pemkab Rembang akan terus hadir dan memberikan dukungan penuh, baik saat keberangkatan maupun saat kepulangan jemaah nanti,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Rembang, H. Ali Muchyidin, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji asal Rembang pada tahun 2026 mencapai 1.089 orang.
Dari jumlah tersebut, jemaah tertua tercatat atas nama Tarwinah (87) asal Desa Candimulyo, Kecamatan Sedan. Sedangkan jemaah termuda adalah Muhammad Royan Helmi (16) asal Desa Kalipang, Kecamatan Sarang.
Ali berharap para jemaah sepulang dari Tanah Suci dapat menjadi teladan di tengah masyarakat, serta mampu memperkuat persaudaraan dan kerukunan.
“Harapan kami, setelah berhaji para jemaah dapat menjadi perantara dalam menjaga ukhuwah Islamiyah, basyariyah, dan wathaniyah,” ujarnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid
































