BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyiapkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar per tahun untuk program dana pensiun bagi kurang lebih 6.600 guru madrasah diniyah (madin) dan taman pendidikan Al Quran (TPQ) di daerah tersebut. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan pengajar keagamaan yang selama ini belum sepenuhnya terakomodasi dalam sistem jaminan sosial formal.
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan program dana pensiun tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian para guru madrasah diniyah.
“Program ini menjadi perhatian utama sebagai wujud apresiasi terhadap dedikasi para pengajar madrasah diniyah. Ya, dianggarkan mencapai Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar per tahun,” katanya di Batang, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan bahwa melalui skema tersebut, setiap guru madin diperkirakan akan menerima dana pensiun berkisar antara Rp180 juta hingga Rp210 juta saat memasuki masa purna tugas.
Faiz mengakui sempat muncul wacana pemanfaatan dana Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) untuk program tersebut. Namun demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru madrasah diniyah tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah.
“Anggaran setahun ini tidak terlalu besar, tetapi manfaatnya signifikan bagi guru madrasah diniyah yang selama ini tidak memiliki dana pensiun saat purna tugas,” katanya.
Lebih lanjut, Faiz menyampaikan bahwa mekanisme pendataan calon penerima manfaat akan mengacu pada basis data Kementerian Agama yang sebelumnya telah diverifikasi dalam penyaluran insentif daerah.
Menurut dia, program dana pensiun ini merupakan bentuk penghormatan pemerintah daerah kepada para guru keagamaan yang memiliki peran penting dalam membangun karakter serta pemahaman keagamaan generasi muda.
“Ini mungkin tidak ada apa-apanya dibanding perjuangan dan pengorbanan para guru madrasah diniyah, TPQ, dan RA. Akan tetapi, ini adalah upaya kami memberikan penghormatan dan khidmat kepada para guru yang telah membekali pendidikan keagamaan bagi para pelajar dan santri,” katanya.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid






























