SEMARANG, Lingkarjateng.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan membantah isu pemotongan anggaran dana desa tahun 2026 untuk program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Menurutnya, tidak ada pemangkasan anggaran, melainkan pengalihan penggunaan dana untuk mendukung pembangunan koperasi.
“Ngga ada yang dipotong, jadinya pindah kayak gini,” kata pria yang akrab disapa Zulhas saat meninjau progres pembangunan Koperasi Kelurahan Merah Putih di Kelurahan Sampangan, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang, Jumat sore, 31 Januari 2026.
Dalam kunjungannya, Zulhas mengecek langsung kesiapan koperasi, mulai dari kondisi bangunan hingga jenis produk yang akan dipasarkan.
Ia menilai Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang paling siap dalam mendukung pelaksanaan program Koperasi Merah Putih.
Zulhas mengatakan pemerintah menargetkan sebanyak 20 hingga 30 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat diluncurkan dan mulai beroperasi pada Maret hingga April 2026.
Percepatan pembentukan koperasi ini dinilai penting untuk mendukung rantai pasok program strategis pangan nasional.
“Kopdes ini memang harus dipercepat untuk mendukung supplier ke SPPG,” katanya
Sementara itu, sejumlah Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah menunjukkan kesiapan operasional.
Salah satunya Koperasi Kelurahan Merah Putih Sampangan yang terlihat telah mengisi berbagai jenis produk dan siap melayani masyarakat.
Ketua Koperasi Kelurahan Merah Putih Sampangan, Kuncar Asriyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan persiapan sejak jauh hari karena sebelumnya telah menjalankan program serupa.
Dengan adanya penyempurnaan melalui program KKMP, koperasi hanya perlu menambah pasokan sesuai kebutuhan.
Produk yang ditawarkan meliputi berbagai jenis beras dari Bulog, komoditas UMKM lokal, serta gas elpiji subsidi 3 kilogram.
“Intinya kami sudah siap untuk melaksanakan program-program kami,” katanya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid





























