KENDAL, Lingkarjateng.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kendal dalam beberapa waktu terakhir menyebabkan kerusakan jalan di sejumlah titik termasuk jalan kabupaten.
Jalan berlubang dengan variasi kecil hingga besar dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan serta memicu kecelakaan lalu lintas.
Warga Desa Karanganom, Kecamatan Weleri, Lia, mengaku banyaknya lubang jalan cukup mengkhawatirkan. Ia yang setiap hari harus melintasi jalan Karanganom-Rowosari harus ekstra hati-hati terlebih saat kondisi hujan.
“Di pertigaan Desa Karanganom itu banyak jalanan yang berlubang. Pada musim hujan ini lubangnya tidak terlihat dan kadang kita terjerumus. Itu sangat membahayakan sekali kalau kita tidak hati-hati bisa menyebabkan kecelakaan,” ujarnya, Sabtu, 31 Januari 2026.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal Sudaryanto menyampaikan bahwa pihaknya telah melaksanakan penambalan jalan berlubang di sejumlah titik yang dinilai rawan dan membahayakan pengguna jalan.
Penanganan jalan dilakukan secara bertahap, terutama pada ruas jalan dengan tingkat kerusakan cukup parah dan lalu lintas padat.
“Penambalan jalan berlubang sudah kami lakukan di beberapa titik di Kabupaten Kendal,” terangnya.
Sudaryanto mengakui kondisi cuaca ekstrem dengan intensitas hujan cukup tinggi, sehingga DPUPR Kendal belum dapat melakukan penambalan secara maksimal di seluruh titik kerusakan.
“Selain itu proses penambalan jalan juga dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Jika dilakukan saat hujan, hasil pekerjaan tidak akan bertahan lama dan justru berpotensi mubazir,” ungkapnya.
DPUPR Kendal memastikan akan terus memantau kondisi jalan di wilayah Kabupaten Kendal serta melakukan penanganan lanjutan begitu cuaca memungkinkan.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa





























