KENDAL, Lingkarjateng.id – Pemerintah terus memperkuat upaya menekan angka pengangguran dan kemiskinan melalui pendekatan pemberdayaan ekonomi berbasis dunia kerja, salah satunya di Kabupaten Kendal.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui peluncuran program Generasi Muda Pasti Kerja yang dikemas dengan kegiatan Kick Off & Walk In Interview dengan menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) di Gedung Abdi Praja Setda Kendal, Kamis 29 Januari 2026.
Program ini dirancang untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan sekaligus memperluas akses lapangan kerja bagi generasi muda yang diharapkan mampu mendorong peningkatan pendapatan masyarakat dan mempercepat pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kendal.
Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Ahmad Maulani, menegaskan meskipun angka kemiskinan di Kabupaten Kendal menunjukkan tren penurunan, tetapi upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat melalui penciptaan kerja produktif.
“Tingkat kemiskinan di Kabupaten Kendal pada 2025 tercatat 8,40 persen, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 9,35 persen. Tetapi upaya pengentasan kemiskinan harus terus diperkuat melalui penciptaan kerja produktif,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, pemerintah memiliki kewajiban menuntaskan kemiskinan, salah satunya dengan menghadirkan PNM yang juga menjadi bagian penting dalam ekosistem pemberdayaan, karena dinilai mendorong masyarakat agar produktif, mandiri, dan terhubung langsung dengan dunia usaha.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Kendal, Cicik Sulastri, menilai Program Generasi Muda Pasti Kerja menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan perusahaan dengan kesiapan tenaga kerja muda di Kabupaten Kendal.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan kebijakan daerah dalam memperluas kesempatan kerja sekaligus menekan angka pengangguran yang tidak hanya berfokus pada pembukaan lowongan pekerjaan, tetapi juga diarahkan untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
“Program ini sejalan dengan kebijakan daerah dalam memperluas kesempatan kerja dan menekan angka pengangguran. Ini bukan sekadar membuka lowongan, tetapi membangun ekosistem kerja yang berkelanjutan,” ujar Cicik.
Pihaknya menyambut baik kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga pelatihan kerja dalam mendukung pelaksanaan program tersebut.
Ia berharap, melalui sinergi yang terbangun, generasi muda Kendal dapat memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri.
“Kami berharap kehadiran Program Generasi Muda Pasti Kerja mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid






























